PSMS Medan

PSMS Medan Pakai Pita Hitam saat Latihan Perdana, Tanda Turut Berduka atas Bencana Sumatera

Pemandangan itu langsung mencuri perhatian karena menjadi simbol duka mendalam yang tengah dirasakan masyarakat Sumatera.

TRIBUN MEDAN/Aprianto Tambunan
PSMS MEDAN - Skuat PSMS Medan mendengarkan instruksi pelatih Kas Hartadi pada sesi latihan pascalibur sepekan di Stadion Mini Disporasu, Rabu (3/12/2025) sore. Latihan ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Latihan perdana PSMS Medan usai libur sepekan menyisakan suasana berbeda dari biasanya.

Pada sesi latihan yang digelar di Stadion Mini Disporasu, Rabu (3/12/2025) sore, para pemain dan staf ofisial tampak mengenakan pita hitam di lengan mereka.

Pemandangan itu langsung mencuri perhatian karena menjadi simbol duka mendalam yang tengah dirasakan masyarakat Sumatera.

Pelatih Kepala PSMS Medan, Kas Hartadi ketika diwawancara wartawan Tribun Medan di Stadion Mini Disporasu, Rabu (3/12/2025) sore. Kas Hartadi bersama para pemain PSMS Medan kompak mengenakan pita hitam sebagai simbol duka mendalam yang tengah dirasakan masyarakat Sumatera. 
Pelatih Kepala PSMS Medan, Kas Hartadi ketika diwawancara wartawan Tribun Medan di Stadion Mini Disporasu, Rabu (3/12/2025) sore. Kas Hartadi bersama para pemain PSMS Medan kompak mengenakan pita hitam sebagai simbol duka mendalam yang tengah dirasakan masyarakat Sumatera.  (TRIBUN MEDAN/Aprianto Tambunan)

Penggunaan pita hitam tersebut bukan tanpa alasan.

Seluruh elemen tim Ayam Kinantan kompak mengenakannya sebagai bentuk empati dan belasungkawa terhadap bencana besar yang melanda sejumlah provinsi di Tanah Air, khususnya Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.

Dalam beberapa hari terakhir, wilayah-wilayah tersebut diguncang banjir bandang dan longsor yang menelan ratusan korban jiwa serta menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga.

Momen latihan kali ini pun tidak hanya menjadi ajang pemanasan kembali bagi para pemain setelah waktu istirahat, tetapi juga sarat makna solidaritas.

Para pemain tampak mengikuti sesi latihan dengan serius sambil mengenakan pita hitam yang terpasang di lengan kiri.

Begitu pula dengan seluruh staf pelatih, ofisial tim, dan tenaga pendukung yang hadir di lapangan.

Pelatih Kepala PSMS Medan, Kas Hartadi, menjelaskan bahwa keputusan untuk memakai pita hitam lahir dari inisiatif bersama sebagai bentuk simpati terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Ya, kita semua—pemain, ofisial—menggunakan pita hitam sebagai bentuk duka dan solidaritas atas bencana alam yang terjadi. Ini sebagai wujud kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Kas Hartadi kepada Tribun Medan.

Kas menambahkan bahwa meski sedang fokus mempersiapkan tim menghadapi lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026, PSMS tidak ingin menutup mata terhadap musibah besar yang terjadi.

Ia berharap simbol kecil ini dapat menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan, melainkan juga sarana untuk menunjukkan empati dan nilai kemanusiaan.

Situasi latihan tetap berlangsung kondusif dan penuh semangat, namun aura kepedulian terasa kuat di antara para pemain. Beberapa di antara mereka tampak saling berbincang mengenai kondisi di kampung halaman masing-masing, mengingat bencana ini juga berdampak pada sejumlah kabupaten/kota di Sumatra Utara.

Latihan sore itu berlangsung sekitar satu jam lebih, diisi dengan pemanasan ringan hingga latihan fisik untuk mengembalikan ritme setelah libur.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved