Sumut Terkini
Proyek Mebel Rp 48,4 M di Disdik Langkat Kejar Tayang, Negosiasi Hanya 4-8 Jam Saja pada Dinihari
Proses negosiasi pengadaan mebel yang diperoleh oleh PT Bismacindo Perkasa hanya delapan jam saja.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Usai Bupati Langkat, Syah Afandin ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada dugaan kasus suap proyek dan gratifikasi mutasi jabatan, ternyata praktik yang sama diduga juga terjadi pada proyek mebel Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) senilai Rp 48,4 miliar di Dinas Pendidikan (Disdik) Langkat Tahun Anggaran (2025).
Diketahui proses negosiasi pengadaan dengan anggaran puluhan miliar yang bersumber dari APBD tersebut, ternyata kejar tayang alias cepat seperti kilat.
Hal ini pun tertuang dalam temuan auditor. Di mana auditor mencatat, negosiasi antara pemenang proyek PT Bismacindo Perkasa (BP) dan PT Dharma Adji Sejahtera (DAS) dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Langkat, dalam rentang waktu yang singkat.
Auditor mencatat proses negosiasi (E-Purchasing) hanya dalam waktu 4-8 jam saja.
Proses negosiasi pengadaan mebel yang diperoleh oleh PT Bismacindo Perkasa hanya delapan jam saja.
Di mana diketahui, paket proyek dibuat pada 20 Februari 2025 pukul 18.28 WIB, atau setelah Bupati Langkat, Syah Afandin dan Wakil Bupati, Tiorita Br Surbakti dilantik oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Dan berakhir pada 21 Februari 2025 pukul 02.15 WIB.
Sedangkan proses negosiasi pengadaan mebel yang diperoleh oleh PT Dharma Adji Sejahtera (DAS) hanya empat jam saja.
Di mana paket proyek dibuat pada 21 Februari 2025 pukul 2.21 WIB, dan berakhir pada pukul 06.01 WIB.
Menariknya lagi, proses negosiasi itu dilakukan di luar jam kerja dan pada dini hari.
Menanggapi persoalan proyek kejar tayang tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Ilham Bangun saat dikonfirmasi tak merespon.. Pesan singkat WhatsApp yang dikirim kepadanya pun enggak dibalas.
Bahkan beberapa hari yang lalu, Ilham Bangun turut diamankan KPK bersama Bupati Langkat, Syah Afandin.
Namun belakangan, Ilham sudah dibebaskan oleh penyelidik KPK.
Sementara Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Langkat, David Helgod Pardede menjelaskan, jika pengadaan secara E-purchasing itu langsung pada dinas yang bersangkutan.
"Yang ngeklik, bayar, SPJ, menerima barangnya, dan menyalurkan barangnya, di sana (Dinas) semua. Dari mulai menginput itu mereka Pengguna Anggaran (PA). Baru yang ngekliknya PPK. Karena nilainya di atas Rp 200 juta. Kalau PBJ hanya tender di sini," ujar David, Senin (6/7/2026).
| Ondim Ditahan KPK, Mendagri Tetapkan Tiorita Br Surbakti Plt Bupati Langkat |
|
|---|
| Masih Dipatsus, Bid Propam Segera Sidangkan Polisi yang Sengaja Tabrak Warga Buntut Curiga |
|
|---|
| Pemko Tanjungbalai Sidak Toko Bahan Bangunan imbas Semen Langka dan Harganya Naik |
|
|---|
| Penyebab Harga Semen Melambung Tinggi dan Susah Didapat di Tanjungbalai |
|
|---|
| Kata-kata Pertama Tiorita Surbakti Usai Jadi Plt Bupati Langkat, Perintahkan ke OPD Hindari Korupsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-kantor-Dinas-Pendidikan-Langkat_mark-up-Proyek-mebel_.jpg)