Sumut Terkini
Targetkan 40 Geosite, Budparekraf Gelontorkan Rp 5 M untuk Konservasi Toba Caldera
Dikatakannya, saat ini Toba Caldera Geopark memiliki 16 geosite yang tersebar di 7 kabupaten.
Penulis: Eti Wahyuni | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumut bersama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) menetapkan sebanyak 40 geosite terbentuk sebagai bagian dari geopark Toba Caldera, pada tahun ini.
“Dengan semakin banyak geosite maka akan semakin meluas titik-titik konservasi yang ada di wilayah Toba Caldera. Usulan untuk titik-titik geosite ini nantinya dari daerah, kemudian akan ditetapkan Pemprov,” ujar Plt Kadis Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Yuda Pratiwi Setiawan didampingi General Manager BP TCUGGp Dr Azizul Kholis, dalam acara The 7 Geofest 2026 di Hotel Khas Parapat, Simalungun, Rabu (1/7/2026).
Dikatakannya, saat ini Toba Caldera Geopark memiliki 16 geosite yang tersebar di 7 kabupaten.
Ada pun ke-16 geoste tersebut adalah di Kabupaten Samosir: Geosite Ambarita – Tuktuk - Tomok, Geosite Pusuk Buhit - Sianjur Mulamula, Geosite Sibaganding, Geosite Simanindo - Batu Hoda, serta Geosite Hutatinggi - Sidihoni.
Kabupaten Toba: Geosite Balige - Liang Sipege - Batu Basiha - Meat, Geosite Situmurun - Uluan Block, dan Geosite Taman Eden, Kabupaten Humbang Hasundutan: Geosite Sipinsur, Geosite Hutaginjang, dan Geosite Bakara - Tipang - Baktiraja.
Kabupaten Simalungun: Geosite Haranggaol dan Geosite Sibaganding, Kabupaten Karo: Geosite Sipisopiso – Tongging, Kabupaten Dairi: Geosite Silalahi – Sabungan serta Kabupaten Tapanuli Utara: Geosite Muara - Sibandang.
Dalam kesempatan tersebut, Yuda menjelaskan jika Dinas Budparekraf Sumut akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5 miliar pada tahun ini untuk program konservasi Toba Caldera, termasuk untuk acara The 7 Geofest 2026 ini.
Selain itu ada juga program pelatihan, pemberdayaan masyarakat, dan festival.
“Namun anggaran upaya konservasi Toba Caldera ini bukan hanya gaweannya Budparekraf tapi juga dari OPD dan lembaga lain juga ada alokasinya,” katanya.
Dikatakannya, upaya konservasi bukan hanya dari satu OPD tetapi juga dari instansi lain yang berkolaborasi untuk upaya pelestarian kawasan Danau Toba.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jaringan Geopark Indonesia, Dedi Irfan Bahri mengatakan, secara global ada 241 UNESCO Global Geopark yang terdapat di 51 negara.
Dari jumlah tersebut China memiliki jumlah terbanyak atau 49 geopark, setelah China, Spanyol. Sementara Indonesia berada di urutan ketiga dengan 12 UNESCO Global Geopark.
Selain itu ada 11 nasional geopark yang akan naik status menjadi UNESCO Global Geropark.
Menurutnya, dengan jumlah terbesar tersebut, China memiliki kesadaran jika melakukan konservasi terhadap sumber daya alam akan memberikan menafaat yang seluas-luasnya dalam jangka panjang.
Untuk itu perlu bagi Pemerintah Indonesia mendorong upaya konservasi melalui penetapan status geopark di wilayah-wilayah yang berpotensi terhadap hal tersebut.
| LPJ APBD 2025, Gubsu Bobby Nasution: Pendapatan Rp 12 T, Belanja Rp 11,5 T |
|
|---|
| Momen Diplomasi Budaya, Samosir Music Internasional 2026 Hadirkan Musisi 3 Benua |
|
|---|
| Penertiban Tambang Ilegal di Madina, Kadis: Jika masih Ada maka akan Diproses Hukum |
|
|---|
| Ancam Bakar Istri, Pria di Batubara Terpanggang di Kamar Mandi |
|
|---|
| Pemkab Langkat Lakukan Percepatan Rehabilitas Usai Banjir, Bupati Beberkan Persoalan Serius |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kadis-Budparekraf-Sumut-Yuda-Pratiwi-Setiawan.jpg)