Fenomena El Nino Landa Indonesia, Pemprov Siapkan Mitigasi Jaga Produksi Pangan
sepanjang 2024-2025, Pemprov Sumut juga telah menyalurkan sekitar 2.500 unit pompa air ke seluruh kabupaten/kota
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Yusfahri Parangin-angin mengatakan, Pemprov Sumut telah menyiapkan mitigasi untuk menjaga produksi pangan tetap stabil saat el nino melanda seluruh wilayah Indonesia.
Dikatakannya, satu langkah yang dilakukan diantaranya menyiapkan Brigade Proteksi Tanaman yang bertugas mencegah kerusakan tanaman di seluruh wilayah Sumut. Dijelaskannya ada enam brigade yang dilakukan ke seluruh tanaman pangan kabupaten/kota di Sumut.
“Saat ini persiapan yang sedang dilakukan adalah menyiapkan pompa. Brigade ini seperti pemadam kebakaran, siap siaga. Kalau banjir mereka juga bergerak supaya tanaman tidak rusak,” terangnya, Kamis (21/5).
Diterangkannya, sepanjang 2024-2025, Pemprov Sumut juga telah menyalurkan sekitar 2.500 unit pompa air ke seluruh kabupaten/kota di Sumut.
"Ini kita lakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino," jelasnya.
Baca juga: Bulog dan Petani Simalungun Menjaga Pangan di Tengah Sengatan Matahari dan Cuaca Tak Menentu
Menurunya, Kementerian Pertanian juga telah memberikan peringatan dini (early warning system) terkait dampak kekeringan. Karena itu, pompa-pompa yang telah disalurkan terus dipantau agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Artinya ini bentuk kesiapsiagaan kita, 2.500 pompa yang sudah kita salurkan,” katanya.
Ia berharap, meski pun El Nino melanda Sumut, produksi pangan tetap terjaga sehingga ketersediaan pangan masyarakat tidak terganggu.
“Mudah-mudahan kita tidak jumawa, kita berharap semoga Yang Maha Kuasa meridai apa yang kita lakukan, produksi terjaga,” jelasnya.
Diketahui, dilansir dari website resmi BMKG, el nino adalah fenomena anomali iklim global yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
Pemanasan ini memicu perubahan pola angin dan sirkulasi atmosfer global, yang sangat memengaruhi iklim di berbagai belahan dunia.
Dampak dari el nino ini diantaranya, terjadi musim kemarau panjang, kekeringan, kebakaran hutan hingga mengganggu siklus tanaman yang mengakibatkan gagal panen.
Fenonena el nino inj terjadi dua-tujuh tahun sekali dan berlangsung selama 9-12 bulan. Sementara prediksi BMKG, El nino melanda Indonesia pada bulan Mei hingga Oktober 2026 ini.
Krisis Air Bersih hingga Karhutla
El Nino adalah fenomena iklim global yang ditandai dengan memanasnya suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/El-nino-Pelajar-menggunakan-payung.jpg)