Fenomena El Nino Landa Indonesia, Pemprov Siapkan Mitigasi Jaga Produksi Pangan

sepanjang 2024-2025, Pemprov Sumut juga telah menyalurkan sekitar 2.500 unit pompa air ke seluruh kabupaten/kota

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
Pelajar menggunakan payung untuk berlindung dari sengatan matahari saat melintas di Jalan Agus Salim, Medan, beberpa waktu lalu. Pemprov Sumut persiapkan beberapa langkah untuk menjaga produksi pangan tetap stabil selama el nino berlangsung. 

Di Indonesia, siklus ini memicu berkurangnya curah hujan, udara yang lebih panas, serta musim kemarau yang lebih kering dan panjang.

Di wilayah Indonesia, El Nino berdampak langsung pada sektor lingkungan hingga kesehatan dan ekonomi, yang meliputi kekeringan yaitu penyusutan curah hujan secara drastis memicu ancaman krisis pasokan air bersih untuk rumah tangga dan pertanian.

El Nino juga berdampak pada kebakaran hutan dan lahan. Vegetasi yang kering meningkatkan kerawanan wilayah, terutama di pulau-pulau dengan area gambut.

Selain itu terjadi penurunan ketersediaan air yang memicu ancaman gagal panen bagi petani dan masalah ketahanan pangan.

El Nino dan La Nina merupakan dua fase berlawanan dari siklus yang sama. El Nino adalah fase panas yang ditandai dengan suhu permukaan laut yang lebih hangat di Pasifik, menyebabkan kemarau ekstrem dan kekeringan di Indonesia.

Sedangkan La Nina fase dingin yang ditandai dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin di Pasifik, yang di Indonesia justru sering memicu musim hujan yang jauh lebih lebat dari biasanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved