Ekonomi Global sedang tak Baik-baik Saja, Perlu Beragam Cara Agar Tetap Stabil

dengan adanya kontes burung berkicau ini bisa menghadirkan dampak positif untuk meningkatkan perekonomian secara global

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
DOK PEMPROV SUMUT
KONTES BURUNG BERKICAU - Gubernur Sumut Bobby Nasution secara resmi membuka kontes burung berkicau dalam rangka perayaan Anniversary ke-4 Sedulur Kicau Mania Nusantara (SKMN) di Katamso Land, Medan, Minggu (17/5/2026). Dalam kegiatan tersebut bobby akui perekonomian secara global sedang tidak baik-baik saja. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, keadaan ekonomi (secara global) sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu, perlu beragam cara agar ekonomi global tetap stabil.

Hal itu disampaikan Bobby Nasution, saat membuka kegiatan kontes burung berkicau di Katamso Land, Medan, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, dengan adanya kontes burung berkicau ini bisa menghadirkan dampak positif untuk meningkatkan perekonomian secara global.

"Di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saja, hobi ini justru membantu pemerintah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” jelasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Medan.

Meski kegiatan ini digelar dalam rangka Anniversary ke-4 Sedulur Kicau Mania Nusantara (SKMN), kata Bobby, dampak positifnya bukan hanya ke komunitasnya saja.

Baca juga: Kala Rupiah Catat Sejarah Baru Rp 17.614 per Dollar AS, Purbaya: Jangan Panik, Fondasi Ekonomi Bagus

"Dampak ekonominya sangat luar biasa. Bukan hanya bagi komunitas, peserta lomba, tetapi juga berputar ke peternak, UMKM penyedia pakan, kandang, dan lainnya," ucapnya.

Bobby juga menilai, komunitas Kicau Mania tidak hanya menjadi wadah penyaluran hobi, kreativitas, dan seni, tetapi turut memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.

Dikatakannya, perputaran ekonomi dari ekosistem ini dinilai menyentuh langsung pelaku usaha kecil, mulai dari peternak burung, perajin kandang, hingga penyedia pakan dan UMKM terkait.

"Kami dari pemerintah provinsi tentu sangat mengapresiasi kegiatan ini. Rasanya salah bagi kami, kalau pemerintah provinsi tidak support kegiatan seperti ini ke depannya,” jelasnya.

Bobby menegaskan, komitmen Pemprov Sumut untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan komunitas dan penyelenggaraan event burung berkicau berskala nasional.

Ia berharap, ke depan lahir turnamen atau piala tetap burung berkicau tingkat nasional yang menjadi legacy bagi masyarakat Sumut.

“Tunggu ya, kita tunggu tandanya. Pokoknya event besar nasional kalau bisa kita buat di Sumatera Utara, kami support penuh dari pemerintah provinsi,” tegasnya.

Ia juga mendorong komunitas Kicau Mania untuk mulai merambah industri kreatif dan dunia digital. Salah satunya melalui pembuatan lagu atau film inspiratif mengenai perjuangan merawat burung Murai Batu hingga menjadi juara nasional.

Sementara itu, Dewan Pembina SKMN, Hidayat Batubara menjelaskan, embrio SKMN lahir pada masa pandemi Covid-19. Saat itu, aktivitas merawat burung di rumah berkembang menjadi alternatif penggerak ekonomi masyarakat ketika banyak sektor lain mengalami stagnasi.

“Waktu Covid-19 ekonomi macet, tetapi hobi ini justru menghidupkan peternak jangkrik, pakan burung, hingga perajin sangkar dan tempat mandi burung. Alhamdulillah sekarang ekonomi masyarakat bawah mulai bergerak dengan tumbuhnya peternak Murai Batu di Sumut dan Nusantara,” jelasnya.

Merespons dukungan penuh dari Pemprov Sumut, Hidayat menyatakan, SKMN siap menggelar agenda yang lebih besar pada akhir tahun mendatang.

“Inilah kami, komunitas kecil tapi siap untuk dibesarkan. Insya Allah akhir tahun nanti kami akan mengemas dua agenda besar, termasuk Anniversary SKMN berskala nasional,” jelasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved