Sumut Terkini

Deretan Artis Papan Atas yang Akan Meriahkan SMI Festival 2026 di Samosir

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa festival ini tidak hanya menampilkan bintang besar, tetapi juga memberi ruang bagi talenta lokal.

Tayang:
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Maurits Pardosi
Calendar of Event (CoE) Sumatera Utara 2026 resmi diluncurkan oleh Wagubsu di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumut (PRSU), Medan pada Kamis (29/1/2026). Bupati Samosir Vandiko turut hadir meresmikan secara langsung event tersebut. 

TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN- Samosir Music Internasional (SMI) Festival 2026 kembali hadir dengan persiapan yang semakin matang, menjanjikan sebuah perhelatan budaya dan hiburan yang tak hanya meriah, tetapi juga sarat makna.

Festival yang akan digelar pada 2 hingga 4 Juli 2026 di Kabupaten Samosir ini telah menyiapkan deretan artis papan atas, program unggulan, serta konsep budaya yang memperkuat identitas Batak di panggung nasional maupun internasional.

Nama-nama besar dipastikan tampil, mulai dari Lyodra yang akan menjadi penampil utama pada malam 3 Juli, hingga kolaborasi Bermarga Band yang digawangi oleh Posan Tobing, Viky Sianipar, Dorman Manik, dan Alex Hutajulu.

Penampilan Viky Sianipar Band bersama Ogar Nababan dan Alsant Nababan, serta duet Dorman Manik dan Rani Simbolon, menambah warna musikal yang kaya.

Tak ketinggalan, sederet musisi lokal seperti Style Voice, Punkgoaran, Saut Situmorang, dan sejumlah band daerah akan turut memeriahkan suasana.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa festival ini tidak hanya menampilkan bintang besar, tetapi juga memberi ruang bagi talenta lokal.

Lebih dari itu, festival ini menghadirkan kolaborasi internasional. Musisi Belanda Maite Hontele y La Novia akan membawa nuansa Jazz Latin, sementara Yonatan Pandelaki dari Jerman dan Stephen Dominic Elery dari Inggris akan berkolaborasi dengan Viky Sianipar Band, menciptakan perpaduan musik lintas budaya yang unik.

Konsep Budaya: Lagu Batak dan Tortor Massal

Salah satu ciri khas SMI Festival adalah setiap artis diwajibkan membawakan minimal dua lagu Batak.

Konsep ini menjadi misi utama festival untuk memperkenalkan musik dan budaya Batak kepada audiens yang lebih luas.

Selain itu, masyarakat setempat akan dilibatkan dalam tor-tor massal, sebuah pertunjukan budaya yang melibatkan partisipasi luas warga.

Sanggar seni daerah juga tengah mempersiapkan penampilan untuk memperkuat nuansa budaya yang menjadi identitas festival.

Festival ini tidak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga menghadirkan program sosial.

Pada hari pertama, 2 Juli 2026, acara dibuka gratis untuk masyarakat dengan layanan kesehatan gratis serta operasi katarak di lokasi terpisah.

Program olahraga juga menjadi bagian penting. SMIRUN (Sport Lari) diharapkan menarik partisipasi masyarakat luas, sementara Zumba Toba Nation akan menghadirkan instruktur ternama Dedy Sagita dari Medan bersama zin lokal dari Tuktuk.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved