Sumut Terkini
Isu Ramayana di Siantar Tutup, Ini Penjelasan Kadis Perizinan
Terlebih, salah satu Departemen Store Robinson melakukan diskon besar-besaran terhadap produk dagangannnya.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Isu tutupnya pusat perbelanjaan Ramayana di Kota Pematangsiantar baru-baru ini, membuat masyarakat diliputi tanda tanya.
Terlebih, salah satu Departemen Store Robinson melakukan diskon besar-besaran terhadap produk dagangannnya.
Terkait kabar tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), M Hamam Sholeh AP menyampaikan bahwa kewenangan pengelolaam tentunya ada di tangan perusahaan.
Sejauh ini, ia tak menerima kabar adanya penutupan keseluruhan merchant di Ramayana.
“Yang heboh kemarin kan Robinson-nya melakukan diskon besar-besaran. Nah, kan bukan berarti tanda tutup. Apalagi manajemen pengelolaan gedung Ramayana kan PT-nya berbeda dengan merchant-merchant yang ada di dalam,” kata Sholeh, Kamis (7/8/2026).
Sholeh menyampaikan objek bangunan Ramayana sendiri merupakan hasil kerjasama dengan Pemko Pematangsiantar lewat sistem Bangun Guna Serah (BGS) dengan durasi kontrak sampai tahun 2030 mendatang.
Tentunya Pemko Pematangsiantar sangat pro-aktif terhadap investor dalam memberikan warna pada industri konsumerisme di Siantar.
Selain itu, Pemko Pematangsiantar sendiri memiliki space Mall Pelayanan Publik (MPP) di Lantai 3 Ramayana.
MPP tersebut menggandeng belasan instansi vertikal untuk memberikan layanan publik baik pada administrasi kependudukan, perizinan usaha, imigrasi hingga layanan hukum oleh Polres dan Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.
“Bahkan kita dengan manajemen Ramayana berencana menyediakan kafetaria untuk MPP. Jadi info (Ramayana) tutup itu tidak benar ya,” kata Sholeh.
Namun Sholeh sendiri paham betul bahwa kondisi ekonomi global saat ini memang mengalami dinamika yang sulit sehingga berdampak pada daya beli masyarakat dan keputusan para investor atau pengusaha.
(alj/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Sidang Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Kota Binjai Janggal, Penyidik tak Gunakan Hasil Audit BPK |
|
|---|
| Kejatisu Periksa 17 Orang Kasus Korupsi Pembangunan Tol Medan-Binjai Rp 1 Triliun |
|
|---|
| Pj Sekda Sebut Sumut Masih Masa Transisi Darurat Menuju Pemulihan Bencana Hingga Juni Mendatang |
|
|---|
| Fraksi Gerindra Kritik Pedas Pemko Binjai, Sebut LKPJ tak Tertib dan Minim Capai Target |
|
|---|
| Dinas SDA Sumut Bakal Bangun 3 Tanggul di Daerah Bencana Tapteng, Target Akhir Tahun Selesai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pusat-Perbelanjaan-Ramayana-yang-saat-ini-terpantau.jpg)