Sumut Terkini
Kenaikan Harga Minyak Goreng Picu Inflasi April 2026 di Siantar
Di Kota Pematangsiantar, komoditas yang memberikan andii inflasi terbesar adalah minyak goreng sebesar 0,09 persen
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Fluktuasi harga minyak goreng yang sampai berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) memberi andil inflasi di Kota Pematangsiantar pada Bulan April 2026.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia - Pematangsiantar, Ahmadi Rahman pada Rabu (6/5/2026).
Ahmadi pun menyampaikan perkembangan inflasi di wilayah kerjanya pada April 2026.
Ia menjelaskan, meskipun terdapat tekanan inflasi pasca-HBKN ldul Fitri yang dipengaruhi oleh dinamika harga sejumlah komoditas pangan dan barang konsumsi serta sejumlah komoditas hortikultura, dua kota pantauan IHK, yakni Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu, tetap mampu menjaga stabilitas harga pada beberapa komoditas.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari sinergi intensif Tim Pengendali lnflasi Daerah (TPID) dalam mengawal kecukupan pasokan guna memastikan stabilitas harga tetap terukur di tengah ketidakpastian pasar internasional maupun domestik,” kata Ahmadi.
Secara bulanan, ujar Ahmadi, Kota Pematangsiantar mengalami inflasi April 2026 sebesar 0,19 persen (mtm), dengan inflasi tahunan tercatat sebesar 3,62 persen (yoy) dan inflasi tahun berjalan sebesar 0,63 persen (ytd).
Sementara itu, Kabupaten Labuhanbatu yang juga berada dalam wilayah kerja KPW BI Pematangsiantar turut mencatat angka inflasi sebesar 0,72 persen (mtm), dengan inflasi tahunan sebesar 3,33 persen (yoy) dan inflasi tahun berjalan sebesar 0, 10 persen (ytd).
“lnflasi yang terjadi di kedua wilayah tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak goreng akibat menipisnya stok serta kenaikan bahan material plastik sebagai bahan kemasan dari minyak goreng tersebut serta beberapa komoditas hortikultura seperti bawang merah dan tomat,” kata Ahmadi.
Di Kota Pematangsiantar, komoditas yang memberikan andii inflasi terbesar adalah minyak goreng sebesar 0,09 persen, bawang merah sebesar 0,05 persen dan tomat sebesar 0,05 persen.
Sementara itu, komoditas yang masih memberikan andil deflasi antara lain daging ayam ras, emas perhiasan dan cabai merah.
Adapun di Kabupaten Labuhanbatu, inflasi terutama disumbang oleh ikan kembung sebesar 0,28 persen, tomat sebesar 0,23 persen dan bawang merah sebesar 0,13 persen.
Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar adalah cabai merah, emas perhiasan dan daging ayam ras.
Dalam rangka menjaga pengendalian inflasi, KPw BI Pematangsiantar bersama TPID terus memperkuat koordinasi dan implementasi berbagai langkah strategis.
Dari sisi kelembagaan, koordinasi rutin dilakukan melalui sejumlah pertemuan yang membahas penguatan infrastruktur pangan seperti cold storage.
(alj/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| 6 Pelaku Begal Diamankan Petugas, Satu Anak di Bawah Umur |
|
|---|
| Pendidikan Antikorupsi Berbasis Nilai Keagamaan Diperkuat di Sumatera Utara |
|
|---|
| Wakil Bupati Asahan Minta Masyarakat Sadar Akan Pajak |
|
|---|
| Jasad Warga Binjai yang Wafat di Kamboja Ditindaklanjuti KBRI, Keluarga Butuh Biaya Pemulangan |
|
|---|
| Rumah Jurnalis di Patumbak Disatroni Maling, Motor Nyaris Hilang, Motor Tetangga Dibawa Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Paparan-Inflasi-April-2026-di-Kota-Pematangsiantar.jpg)