TNI Gugur di Lebanon
BREAKING NEWS: Suasana di Rumah Duka Praka Rico Pramudia, Anggota TNI AD yang Gugur di Lebanon
Jenazah Praka Rico Pramudia Prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur di Lebanon akan disemayamkan di kampung halamannya.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
Danramil 16/Dolok Masihul, Kapten Inf K. Malau, menyatakan bahwa pihaknya telah mendampingi keluarga sejak kabar duka tersebut diterima.
"Ya tadi malam juga di sini kita tahlilan. Ya bantu bantu pihak keluarga. Tadi Pak Bupati juga turun sama kami sini," kata K. Malau menjelaskan situasi di rumah duka.
Gugur setelah Alami Serius akibat Serangan di Lebanon
Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengumumkan gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, personel TNI yang menderita luka serius akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret 2026 lalu.
Dalam pernyataan tertulisnya di platform X, UNIFIL menyampaikan Praka Rico (31), wafat usai dirawat selama hampir sebulan di satu rumah sakit di Beirut karena luka parahnya itu.
“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” kata UNIFIL dalam pernyataannya di platform X, Jumat (24/4/2026), dikutip dari Antara.
Pasukan PBB tersebut menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap keluarga dan rekan-rekan Praka Rico.
Ungkapan belasungkawa juga disampaikan UNIFIL kepada pemerintah dan rakyat Republik Indonesia, serta khususnya kepada TNI Angkatan Darat yang menaungi Praka Rico.
Menyusul gugurnya personel UNIFIL yang kesekian kali ini, pasukan PBB tersebut menuntut semua pihak agar melaksanakan kewajiban terhadap hukum internasional, salah satunya dengan memastikan keamanan dan keselamatan personel maupun properti PBB setiap saat.
“Serangan yang disengaja terhadap personel penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan kemungkinan juga merupakan kejahatan perang,” demikian pernyataan UNIFIL.
Dengan wafatnya Praka Rico, Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.
Prajurit TNI yang lebih dulu gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam peristiwa yang mengakibatkan Praka Rico terluka.
Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
Rangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April tersebut juga menyebabkan 7 tentara TNI terluka, di luar Praka Rico yang baru wafat usai dirawat.
Di samping Indonesia, Perancis juga kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL di tengah eskalasi ketegangan di Lebanon selatan usai patroli mereka diserang pada 18 April.
(dra/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| BNI Angkat Bicara Terkait Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar |
|
|---|
| Diikuti 1.000 ASN, BPSDM Sumut Gelar Webinar Bahaya Vape, Dipandu Moderator Dr Aryanto Tinambunan |
|
|---|
| Dibungkus Karung Seolah Durian, Polresta Deli Serdang Gagalkan Pengiriman 50 Kg Sabu di Pintu Tol |
|
|---|
| 2 Tahun Racuni Pekerja Kebun Pakai Narkoba Dagangannya, Bandar Sabu di Siantar Diringkus Polisi |
|
|---|
| Pedagang di Pasar Bahagia Tanjungbalai Direlokasi, Puluhan Pedagang di Pindah ke Gedung Eks Damkar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Warga-datang-mengunjungi-rumah-duka-Praka-Rico-Pramudia-Prajurit-TNI-Angkatan-Darat.jpg)