Sumut Terkini
Pedagang di Pasar Bahagia Tanjungbalai Direlokasi, Puluhan Pedagang di Pindah ke Gedung Eks Damkar
Puluhan pedagang di pasar Bahagia, Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai direlokasi ke gedung eks pemadam kebakaran.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Puluhan pedagang di pasar Bahagia, Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai direlokasi ke gedung eks pemadam kebakaran di Datuk Bandar Timur.
Relokasi dan penggusuran ini dilakukan pemko Tanjungbalai untuk menertibkan bahu jalan yang selama ini digunakan masyarakat untuk berjualan.
Selain akses jalan yang menyempit, irigasi di jalan bahagia turut diperbaiki. Sebab, aliran parit yang selama ini ada di Jalan pasar bahagia itu, tertutup oleh kios-kios masyarakat hingga tersumbat.
Wakil Walikota Tanjungbalai, Muhammad Fadli Abdina turun langsung ke lokasi dan meninjau proses penggusuran yang dilakukan oleh Satpol PP.
Kata Fadli Abdina, selain permasalahan lahan berjualan, pemko juga akan menyelesaikan permasalahan parkir yang ada di pasar bahagia tersebut.
"Penataan ini diharapkan bisa membikin masyarakat lebih tertib agar jalan itu berfungsi sebagaimana peruntukannya. Kemarin kami lihat, pedagang sudah mulai berpindah, namun lapak dagangannya itu malah ditempati oleh tukang becak motor," kata Wakil Walikota Tanjungbalai, Fadli Abdina saat dijumpai Tribun-medan.com.
Katanya, penataan ini akan dilakukan mulai dari pedagang, parkir, hingga drainase parit yang sudah mulai tersumbat.
"Kemarin itu, seharusnya kalau sudah pedagang berpindah, pasti tidak akan macet lagi ini jalan. Ternyata, macet. Karena ada tukang becak yang berpangkal disana. Kedepan, kami tidak mau lagi ada yang seperti ini, dishub diharapkan bisa menata dan merapihkan parkir," katanya.
Selain itu, ia mengungkapkan saat ini pihaknya juga masih terfokus dalam pembangunan drainase, agar masyarakat yang berbelanja merasa nyaman tidak lagi berbecek-becekan.
"Drainase ini sudah mulai di gali, Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih kepada para pedagang yang sudah mau menertibkan lapaknya sendiri. Tapi memang masih ada satu dua pedagang yang kanopinya melebihi jalan sehingga menutupi pari yang akan di gali oleh dinas lingkungan hidup," ujarnya.
Ia berharap, dengan penataan ini Kota Tanjungbalai bisa terlihat lebih bersih dan rapih.
Sementara, Kordinator pedagang, Surya Utama, saat dikonfirmasi tribun-medan.com, mengaku ada tiga tuntutan para pedagang kepada Pemko Tanjungbalai.
"Ada tiga tuntutan kami, pertama, meminta adanya peraturan daerah tentang relokasi agar tidak menjadi ajang kesewenang-wenangan," kata pria yang akrab disapa Tama itu.
Kedua, para pedagang meminta agar Pemko mendata dengan fakta yang ada dilapangan, ketimbang hanya meminta data dari orang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
"Awalnya ada 110 pedagang, kemudian turun 90 pedagang, setelah kami data dan seluruhnya kami berjumlah 60 orang dan hasil akhir ada sekitar 70 orang yang didata oleh Pemko Tanjungbalai," katanya.
| Daftar Nama 14 Guru Besar yang Dilantik UINSU beserta Bidangnya |
|
|---|
| Literasi Sumut Masuk 10 Besar Nasional untuk IPLM dan Kegemaran Membaca, Ini Kata Kadis |
|
|---|
| Bupati Langkat Sebut Musrenbang RKPD Miliki Peran Penting, Wadah Selaraskan Kebijakan |
|
|---|
| Timsel KI Sumut Mulai Verifikasi 112 Berkas, Diumumkan Paling Lambat 30 April |
|
|---|
| Demo di Kejari Gunungsitoli Ricuh, Kuasa Hukum: Aksi Arogan Jaksa Tak Seharusnya Terjadi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Satpol-PP-melakukan-penggusuran-kepada-pedagang-di-pasar-Bahagia.jpg)