Berita Medan

Seorang Marbot Masjid di Sunggal Dianiaya Tiga Pria, Diduga karena Tegur Adik Salah Satu Pelaku

Dirinya mengaku, sebelum peristiwa penganiayaan ini ia awalnya baru pulang mengajar mengaji di salah satu rumah warga.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
IST
MARBOT MASJID DIANIAYA - Aksi penganiayaan yang dialami oleh marbot sekaligus imam masjid di kawasan Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Senin (14/4/2026) lalu. Penganiayaan ini diduga karena salah satu pelaku tak terima adiknya ditegur korban. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Nasib malang dialami oleh seorang marbot sekaligus imam masjid di Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Marbot bernama M Rafik Ashidik ini, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh tiga orang pria. 

Informasi yang didapat, penganiayaan pria yang sehari-hari menjadi marbot dan imam di Masjid Ar Rahmat, Jalan Masjid, Kecamatan Sunggal ini, terjadi pada Senin (14/4/2026) lalu.

Menurut keterangan korban, peristiwa penganiayaan yang dialaminya itu terjadi di seputar Jalan Karya I, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. 

"Kejadiannya tanggal 14 kemarin, sekitar jam 10 malam," ujar Rafik, Selasa (21/4/2026). 

Dirinya mengaku, sebelum peristiwa penganiayaan ini ia awalnya baru pulang mengajar mengaji di salah satu rumah warga.

Usai mengajar, ia berniat menjenguk salah satu kerabatnya uang tinggal tak jauh dari masjid tempatnya tinggal. 

Setibanya di depan rumah kerabatnya, ia sempat mendengar ada orang yang melontarkan kata kotor.

Merasa tak terima, ia lantas menanyakan maksud ucapan yang dilontarkan oleh seorang pria itu. Namun, pelaku lantas menantang korban. 

"Enggak saya hiraukan, langsung saya duduk di kursi teras. Enggak lama datang tiga orang pria sambil bawa senjata tajam," katanya. 

Merasa terancam, ia lantas langsung kabur menyelamatkan diri berlari ke rumah Kepala Lingkungan (Kepling) setempat.

Namun, sampai ke rumah Kepling ia berhasil tertangkap hingga akhirnya diseret oleh para pelaku dan langsung memukuli korban. 

"Bagian kepala belakang, pelipis kiri yang kena karena dikeroyok. Di rumah Kepling pun saya terus dipukul, sampai Kepling akhirnya datang melerai," ucapnya. 

Informasi yang didapat, aksi penganiayaan ini diduga karena korban sempat menegur adik dari salah satu pelaku. Pasalnya, anak tersebut masuk ke kamar pribadinya dan diduga sering membuat keributan di lingkungan masjid hingga meresahkan jemaah. 

"Mungkin karena salah satu pelaku enggak terima karena adiknya pernah saya tegur karena masuk ke kamar saya. Adiknya juga sering buat ribut di masjid," katanya. 

Akibat aksi penganiayaan ini, Rafik mengaku ia telah membuat laporan pengaduan ke Polsek Sunggal dengan nomor LP/B/510/IV/2026/SPKT/Polsek Sunggal.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved