Sumut Terkini

Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Ungkap Sejumlah Daerah di Siantar Martoba Rawan Banjir

Namun pada Selasa (21/4/2026) pagi, air sudah surut dan tak mengganggu aktivitas belajar mengajar. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Alija Magribi
Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap (Raincoat Kuning) memantau genangan banjir di Kecamatan Siantar Martoba pada Senin (21/4/2026) tengah malam tadi 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Hujan deras yang mengguyur Kota Pematangsiantar dan sekitarnya beberapa hari terakhir membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan mapping titik-titik rawan bencana banjir.

Beberapa titik tersebut berada di Kecamatan Siantar Martoba. 

Kepala BPBD Kota Pematangsiantar Dedy Idris Harahap menyampaikan, pihaknya langsung merespons cepat dan menindaklanjuti laporan masyarakat yang menginformasikan sejumlah lokasi mengalami banjir.

Tiga titik terdapat di Kecamatan Siantar Martoba. 

"Jalan Karsim Blok I Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba. Akibat hujan deras,  mengakibatkan penumpukan sampah di drainase, sehingga air meluap dan menyebabkan banjir/genangan air di rumah warga," kata Dedi Idris Harahap, Selasa (21/4/2026). 

Banjir juga sempat merendam SD Negeri 122358 Jalan Sumber Jaya II Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Siantar Martoba, di mana volume air yang tinggi menyebabkan runtuhnya tembok.

Namun pada Selasa (21/4/2026) pagi, air sudah surut dan tak mengganggu aktivitas belajar mengajar. 

Selain itu, di Jalan Medan Simpang Kapuk Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba juga sempat terjadi kenaikan debit air yang disebabkan drainase tidak sanggup menampung air.

Adapun titik terakhir, berada di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Sitalasari. Di sini terjadi angin kencang dan cuaca ekstrim, yang menyebabkan kerusakan atap rumah warga.

Dari sejumlah lokasi, menurut Dedy, dilaporkan tidak ada korban jiwa.

BPBD Kota Pematangsiantar pun mengimbau untuk warga lebih peka dengan kondisi drainase di lingkungannya sehingga tidak mengganggu kelancaran pembuangan air sewaktu hujan turun. 

"Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan atas cuaca ekstrem yang terjadi," imbaunya. 

(alj/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved