Sumut Terkini

Harga Plastik Naik, Pemprov Sumut: Kenaikan Harga Minyak dan Konflik Global di Dunia

Charles menjelaskan, pemerintah juga saat ini sedang melakukan berbagai upaya, agar harga plastik kembali seperti semula.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN
KENAIKAN HARGA - Pedagang bakso bakar melayani pembeli di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Selasa (7/4/2026). Kadisperindag ESDM beberkan alasan meningkatnya harga plastik di Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, Charles Situmorang merespons soal penyebab kenaikan harga plastik yang membuat pedagang banyak yang mengeluh. 

Diterangkan Charles, kenaikan harga plastik ini bukan hanya di Sumut saja, tetapi sudah skala Nasional. Karena faktor utamanya bahan import yang terkendala.

Charles menjelaskan, pemerintah juga saat ini sedang melakukan berbagai upaya, agar harga plastik kembali seperti semula.

"(Ini disebabkan)Kenaikan harga minyak dunia. Plastik berbahan dasar petrokimia, kemudian harga minyak naik dan biaya produksi plastik ikut naik. Dan pastinya terjadi gangguan pasokan bahan baku (nafta/resin)," terangnya, Minggu (12/4/2026).

Selain itu kenaikan harga plastik juga disebakan adanya Konflik global antara Iran dan Israel.

"Konflik Global, menghambat distribusi dari Timur Tengah (sumber utama impor Indonesia). Kemudian Ketergantungan impor tinggi. Industri dalam negeri belum kuat dan sangat sensitif terhadap gejolak global," ucapnya.

Dengan begitu, lanjutnya terjadilah disrupsi logistik global, spekulasi dan penyesuaian harga cepat terjadi di pasar.

"Biaya pengiriman naik dan keterlambatan suplai mempersempit stok di pasar. Sehingga, pelaku usaha menaikkan harga untuk antisipasi kelangkaan dan kenaikan lanjutan," tuturnya.

Diterangkannya, upaya yang dilakukan pemerintah ada yang jangka pendek, menengah dan panjang.
"Untuk jangka pendek, diversifikasi impor bahan baku (India, Afrika, dll), Insentif pajak (PPN/PPH UMKM) dan Stabilisasi distribusi," tuturnya.

Sementaranya untuk jangka menengah, kata Charles upaya yang dilakukan perkuat industri petrokimia domestik dan Bangun buffer stock resin plastik

"Untuk jangka panjang, dorong substitusi kemasan (bioplastik, reusable) dan Kurangi ketergantungan impor," ucapnya.


Dikatakannya, Dinas PerindagESDM Prov Sumut akan terus mengedukasi masyarakat untuk penggunaan tas belanja sendiri

"Kenaikan harga ini terjadi mulai dari kenaikan harga Minyak Dunia sejak Konflik US - Iran yang terus menaikkan harga Minyak Dunia dan berpengaruh terhadap naikkan harga BBM. Dan saat ini belum terjadi kelangkaan, namun hanya kenaikan harga," tutupnya.

Diketahui, Sejumlah pedagang di Kota Medan mengeluhkan kenaikan harga plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan tersebut disebut cukup signifikan, bahkan hampir mencapai 80 persen untuk berbagai jenis plastik, mulai dari plastik kresek, plastik HD hingga OPP.

Dani (35), pedagang bakso bakar di Jalan Abdullah Lubis, mengatakan kenaikan harga plastik membuatnya harus bertahan dengan keuntungan yang semakin tipis.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved