Pemprov Klaim 2.654 Titik Pembangunan Koperasi Merah Putih, Buka Kios Sembako hingga Kios Pupuk
tantangan dalam pengelolaan koperasi ini adalah SDM pengurus yang masih belum memiliki mindset bisnis dan masih mengharapkan pinjaman
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
Sementara itu, Kepala Desa Medan Krio, Raja Chairul Azmi mengatakan, desa Medan Krio memiliki luas sekitar 8.000 hektare dan 300 hektare merupakan lahan pertanian dengan jumlah penduduk 17 ribu, sehingga usaha penjualan pupuk bersubsidi diyakini dapat mengembangkan koperasi tersebut.
"Lahan koperasi seluas 1.400 meter merupakan lahan desa dan pembangunannya sudah 80 persen ditargetkan sebelum Idulfitri 2026 sudah selesai,” kata Raja.
Ia berharap seluruh masyarakat Desa Medan Krio dapat ikut menjadi anggota koperasi.
"Kita berharap semakin banyak yang ikut koperasi ini kalau bisa seluruh masyarakat karena semakin banyak anggota maka koperasi ini akan semakin berkembang," jelasnya.
Anggota KDKMP Desa Medan Krio, Sri Wahyuni mengakui dirinya percaya menjadi anggota koperasi karena ini merupakan program pemerintah dan dia merasakan langsung manfaat dan pelayanan yang baik dari koperasi.
“Segala kebutuhan biasanya saya beli di sini, karena perbedaan harganya jauh dari yang lain. Contoh seperti gas 3 kg kalau di luar Rp 17 - 18 ribu, di sini Rp 16 ribu begitu juga beras SPHP di sini Rp 60 ribu. Pelayanan koperasi juga sangat baik, kalau saya beli gas langsung diantar ke sepeda motor saya,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KOPERASI-MERAH-PUTIH-Penampakan-Koperasi-Merah-Putih-Desa-Medan.jpg)