Sumut Terkini
KSOPP Danau Toba Ingatkan Kapal Tradisional, Larang Keras Angkut Kendaraan Melebihi Kapasitas
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba ingatkan pemilik kapal tradisional agar tidak mengangkut kendaraan.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba ingatkan pemilik kapal tradisional agar tidak mengangkut kendaraan melebihi kapasitas (over capacity) saat menyeberang.
Hal ini menjadi perhatian serius KSOPP Danau Toba seiring meningkatnya penggunaan jasa penyeberangan masa libur Idul Fitri tahun ini.
Plt Kepala Kantor KSOPP Danau Toba Torra Hasugian telah memberikan teguran kepada pengelola kapal tradisional agar tidak mengangkut kendaraan melebihi kapasitas kapal.
“Lonjakan pengguna sepeda motor terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisawatan pasca momentum libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, khususnya menuju Samosir," terang Torra Hasugian, Senin (23/3/2026).
"Kita telah menegur pengelola kapal tradisional agar tidak mengangkut kendaraan melebihi kapasitas kapalnya. Hal ini kita lakukan agar penyeberangan lancar dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," sambungnya.
Ia terangkan, pihaknya mengimbau agar petugas Organisasi Perkapalan Setempat (OPS) meninjau kapal tradisional yang akan menyeberang.
"Kita sudah tegur juga OPS soal adanya sepeda motor berlebihan ke dalam samping kiri-kanal serta ke plaka kapal yang akan menuju Samosir," lanjutnya.
Ia juga menegaskan, keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama. Pengelola kapal tradisional diminta mematuhi aturan keselamatan, termasuk batas maksimal muatan, penggunaan alat keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.
"Jangan sampai karena mengejar keuntungan, aspek keselamatan diabaikan. Kapal tradisional yang mengangkut para wisatawan menuju Samosir dan sebaliknya wajib mematuhi kapasitas angkut yang telah ditetapkan," tuturnya.
Dirinya juga langsung menginstruksikan petugas di lapangan meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran.
"Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi kecelakaan di perairan Danau Toba yang dapat merugikan penumpang," terangnya.
Masyarakat pengguna jasa penyeberangan juga diimbau agar lebih waspada dan tidak memaksakan diri naik ke kapal apabila kondisi sudah melebihi kapasitas.
"Karena keselamatan merupakan tanggung jawab berrsama. Untuk itu, mari tingkatkan kesadaran bersama," terangnya.
"Mari bersama-sama mewujudkan moda transportasi yang aman dan nyaman agar aktivitas penyeberangan di tempat kita ini berjalan aman, tertib, dan lancar di tengah tingginya arus kunjungan wisatawan ke Samosir," pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Bupati Masinton Pastikan Percepat Pemulihan Bencana di Tapteng |
|
|---|
| Dua Mobil Tabrakan di Toba, Polisi: Satu Alami Luka Berat dan Seorang Lagi Luka Ringan |
|
|---|
| Kenang Lebaran sebelum Banjir Tapteng, Sulianti: Dulu Toples Ini Diisi Kue Lebaran dan Rumah Lebar |
|
|---|
| Tangis dan Doa di Desa Lopian Tapteng, Salat Id Berjalan Khidmat di Tengah Kondisi Pascabencana |
|
|---|
| DI MEDAN: Kapolri Didampingi Irjen Johnny E Isir, Panglima TNI Bareng Asintel Mayjen Rio Firdianto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pihak-KSOPP-Danau-Toba-tinjau-arus-pergerakan-pengguna-jasa-penyeberangan.jpg)