Sumut Terkini

Tangis dan Doa di Desa Lopian Tapteng, Salat Id Berjalan Khidmat di Tengah Kondisi Pascabencana

Ratusan warga Desa Lopian Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah, berjalan dari rumahnya yang masih dipenuhi lumpur menuju masjid Al-Falah.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI
SALAT ID - Ratusan warga Desa Lopian Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapteng, Sabtu (21/3/2026). Meski dalam keadaan bencana, salat id tetap berjalan khidmat dan khusyuk 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Ratusan warga Desa Lopian Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah, berjalan dari rumahnya yang masih dipenuhi lumpur menuju masjid Al-Falah untuk melaksanakan salat Id, Sabtu (21/3/2026).

Pantauan Tribun Medan, dengan pakaian serba putih dan mukena berwarna putih mereka dengan semangat berjalan menuju masjid Al-Falah. 

Tak peduli rumahnya yang masih dipenuhi tanah, kursi rusak masih berjejer, rumah yang sudah bergeser dari tempat sebelumnya  pascabanjir bandang beberapa waktu lalu, mereka seakan sudah siap menyambut Idul Fitri dengan penuh suka cita. 

Tepat pukul 08.00 WIB salat id pun dilaksanakan dengan khusyuk. Salat ini pun Semua berjalan khidmat  dan lancar. 

Namun saat mendengarkan khutbah, beberapa penyintas banjir mulai menjatuhkan air mata. Semua hening mendengarkan sang ustad berkhutbah hingga doa. 

"Cukuplah bencana ini jadi peringatan untuk intropeksi diri. Dan menjadi pengingat diri untuk berbuat yang lebih baik lagi," ucap ustad tersebut. 

 Dikatakan Ustad itu, dalam khutbahnya kali ini, Lebaran tahun ini di Desa Lopian cukup berbeda.

 "Di Lebaran ini betapa banyaknya yang berbahagia. Tapi ada juga yang  berduka. Ada yang  tinggal dia sendiri, mamaknya gak ada, ada yang kehilangan satu keluarga pada saat bencana kemarin. Maka dari itu, mari kita jumpai mereka, santuni anak yatim diantara kita yang bahagia tapi ada yang berduka. Semoga ini menjadi pengingat kita semua,"ucap ustad tersebut disambut dengan suara  kecil tangisan warga yang hadir.

Saat diwawancarai  Tribun Medan, salah satu warga Rusmawati mengatakan yang membuatnya sedih tahun ini adalah Lebaran tanpa keluarga yang utuh.

"Lebarannya tidak utuh tahun ini, karena Ibu dan ayah saya meninggal karena bencana. Tapi saya harus ikhlaskan semua. Biar mereka senang di atas sana," ucapnya sambil menangis. 

Rusmawati menceritakan,  kebiasaan saat lebaran yang kini hanya tinggal kenangan.

"Biasanya aku sama mamak Lebaran buat kue. Tapi orang tua sudah tidak ada lagi. Rumah kami, ada  tinggal di bagian belakang. Di situlah kami tinggal sekarang bersama suami. Gak  bisa terbilang lagi rasanya kecuali ikhlas," tutupnya.

Diketahui, Desa Lopian Kecamatan Badiri satu diantara  desa yang terdampak bencana di Kabupaten Tapteng.

Dimana ada Puluhan warga yang meninggal dan paling banyak mengalami kerusakan rumah mulai dari berat hingga hilang di sapu banjir. 

Saat ini kondisi bencana di Desa Lopian sudah mulai ditahap pemulihan. Namun ada  beberapa rumahnya yang masih dipenuhi lumpur.

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved