Waspada di Lokasi Rawan Kecelakaan, Pasar 7 Desa Wonosari dan Jalan Arteri Bandara Jadi Catatan
untuk di kawasan Jalinsum titik yang selama ini jadi rawan kecelakaan adalah tikungan Simpang Pasar 7 Tanjung Morawa.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Pemudik yang melintas di jalan kawasan wilayah hukum (wilkum) Polresta Deliserdang diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi kawasan yang rawan kecelakaan.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Deliserdang mencatat setidaknya ada dua titik yang selama ini sering terjadi kecelakaan. Beberapa hal faktor, di antaranya terjadi human error.
Kasat Lantas Polresta Deliserdang, AKP Resti Widya Sari melalui Kanit Gakkum, AKP Robertus Gultom menyampaikan untuk di kawasan Jalinsum titik yang selama ini jadi rawan kecelakaan adalah tikungan Simpang Pasar 7 Tanjung Morawa.
Wilayah ini masuk daerah Desa Wonosari dan Desa Tanjung Baru. Tikungan yang mulus dengan kondisi jalan yang miring membuatnya banyak kecelakaan terjadi di sini.
"Di Pasar 7 itu tikungan manis apalagi kalau cuaca nggak bagus sering itu kejadian (kecelakaan). Faktornya ya human error kurang hati-hati pengendara," ujar Robertus Gultom, Selasa (17/3/2026).
Di lokasi ini, selain korban luka-luka juga sudah banyak catatan korban laka yang meninggal dunia.
Baca juga: Bupati Langkat Imbau Pemudik Manfaatkan Pos Pelayanan saat Melintasi Jalinsum Medan-Aceh
Sementara itu titik lain yang saat ini masuk dalam kawasan rawan kecelakaan diantaranya jalan Sultan Serdang atau yang juga sering disebut jalan arteri Bandara Kualanamu. Titik yang paling sering terjadi kecelakaan ada di kawasan Simpang Jati Kembar Desa Sena Kecamatan Batang Kuis.
"Mulai dari Jati Kembar, Sport Center hingga Simpang Gatran dekat fly over itu rawan kecelakaan. Di kawasan ini banyak yang lawan arah termasuk juga gelap dan tidak ada penerangan khususnya di Simpang Gatran," kata Robertus.
Disebut, banyak pengendara sepeda motor yang lawan arah di Simpang Jati Kembar lantaran merasa jauh apabila melintas mengikuti jalur, sebab adanya portal beton di titik yang dulunya sempat dibuka untuk putar arah. Meski membahayakan namun banyak yang nekat untuk tetap melawan arah setiap harinya.
Karena selama musim mudik Lebaran ini banyak pengendara yang melintas di jalur arteri ini, pihak kepolisian meminta agar tetap terus berhati-hati khususnya pada saat malam hari.
Dari catatan Tribun Medan, titik lain yang juga sering terjadi kecelakaan khususnya di kawasan Jalinsum ada di daerah Desa Perdamean Tanjung Morawa. Dari arah Lubuk Pakam menuju Medan titiknya berada persis di pangkal pulau jalan dekat Balai Benih.
Karena dari kawasan Paluh Kemiri terlihat jalan tampak lebar tanpa keberadaan pulau jalan membuat banyak pengendara khususnya mobil yang kemudian terperosok ke tengah dan menabrak pangkal pulau jalan yang tingginya hanya sekitar 30 cm.
Pulau jalan yang minim rambu dan sering ditabrak pengendara lainnya adalah di kawasan Desa Tanjung Morawa B Kecamatan Tanjung Morawa. Lokasinya dekat warung Tahu Sumedang. Beberapa minggu lalu, dua hari berturut, truk terguling karena menabrak pangkal pulau jalan di kawasan ini.
Mulai Dipadati Kendaraan Pribadi
Jalan lintas Sumatra, Kabupaten Asahan mulai dipadati oleh kendaraan pribadi bernomor polisi luar daerah Sumatera Utara, Selasa (17/3/2026).
| Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan, Lampu Jalan Arteri Bandara Masih dalam Pemeliharaan |
|
|---|
| Jalinsum Asahan Mulai Dipadati Kendaraan Pribadi Berplat Luar Sumatera Utara |
|
|---|
| Mudik Lebaran 2026, Operasi Ketupat Toba Bangun 8 Pos di Jalinsum Asahan |
|
|---|
| Operasi Ketupat Toba 2026, 8 Pos Didirikan di Sepanjang Jalinsum Asahan |
|
|---|
| Puncak Arus Mudik Nataru 2026, Satlantas Catat 30 Kendaraan per Menit Lintasi Jalinsum Asahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kasat-Lantas-Polres-Asahan-AKP-Jonni-Sinaga-menerangkan-situasi-terkin.jpg)