Sumut Terkini

Pelaku yang Lempar Batu ke IRT di Tebingtinggi Ditangkap, Korban Buta Permanen

Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tebingtinggi menangkap pelaku pelemparan batu terhadap Dea Amanda Saragih.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
LEMPAR BATU - AZ alias Wak Kalimantan, kakek berusia 68 tahun, ditangkap karena melempar batu ke seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Dea Amanda Saragih (23), usai ditangkap, Rabu (11/2/2026). Akibatnya mata kanan Dea luka berat dan buta permanen. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tebingtinggi menangkap pelaku pelemparan batu terhadap Dea Amanda Saragih (23) hingga buta.

Adapun terduga pelaku yang ditangkap ialah AZ alias Wak Kalimantan, kakek berusia 68 tahun.

Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi AKP Budi Sihombing mengatakan, tersangka ditangkap Selasa (10/2/2026), sekira pukul 00:30 WIB, di tempat kerjanya, di pos jaga di Jalan Abdul Rahim Lubis, Kecamatan Padang Hilir. 

"Selanjutnya pelaku dibawa ke Polres Tebingtinggi guna pemeriksaan lebih lanjut,"kata Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi AKP Budi Sihombing, Rabu (11/2/2026).

Dalam penangkapan ini, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa batu krikil ukuran sedang.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 466 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.

"Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan barang bukti berupa batu kerikil yang dibungkus plastik warna biru dan potongan karet ban di pos jaga yang diduga milik pelaku."

Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga bernama Dea Amanda Saragih (23), warga Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi terpaksa kehilangan bola matanya.

Bola mata sebelah kanannya terpaksa dioperasi, atau diangkat akibat luka yang dialami.

Kini, wanita tersebut mengalami buta permanen setelah dinyatakan mata kanan tak bisa diselamatkan.

Suami korban, Wahyu Saputra (24) menceritakan, peristiwa yang menimpa istrinya bermula pada Sabtu (7/2/2026) lalu, sekira pukul 22:00 WIB.

Saat itu, mereka sedang berkendara menggunakan sepeda motor dengan posisi korban dibonceng.

Setibanya di sekitar Jalan Abdul Rahim Lubis, tiba-tiba istrinya, Dea Amanda Saragih berteriak kesakitan 

Begitu dilihat ke belakang, Dea memegang mata sebelah kanannya yang mulai bercucuran darah.

Panik melihat kondisi istrinya, keduanya ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan medis.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved