Berita Sumut

Kecelakaan Kereta Api di Tebingtinggi, KA Sribilah Hantam Mobil Avanza, 8 Orang Tewas Asal Deli Tua

Kereta Api Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza.

|
Penulis: Alija Magribi | Editor: Salomo Tarigan
HO/TribunMedan
Ilustrasi Kereta Api Sribilah/Kecelakaan Kereta Api terjadi di Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi. KA Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza. 

Ringkasan Berita:Kereta Api vs Toyota Avanza
 
  • Kecelakaan melibatkan Kereta Api vs Toyota Avanza terjadi di Padang Hilir, Kota Tebingtinggi
  • Lokasi kecelakaan di perlintasan tanpa palang di Sektor V Jalan Abdul Hamid, atau biasa disebut Sektor 5 Paya Pinang.
  • Kereta Api datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza.
  • 8 penumpang dikabarkan meninggal dunia merupakan asal Delitua. 
  • Masinis, kru dan para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka

 

TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI - Laka maut melibatkan Kereta Api vs Toyota Avanza terjadi di Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Rabu (21/1/2026) tadi malam.

Lokasi kecelakaan di perlintasan tanpa palang di Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir atau biasa disebut Sektor 5 Paya Pinang.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 19.58 WIB.

Kereta Api Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza.

 

Hingga berita ini diturunkan ada delapan penumpang dikabarkan meninggal dunia merupakan asal Delitua. 

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo membenarkan kecelakaan tersebut.

 Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat di sekitar lokasi, sebelum melintas masinis KA Sribilah Utama sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali.

Minibus tiba-tiba muncul dari arah samping melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti, diduga sopir tidak sempat menengok ke kanan dan kiri, sehingga insiden tidak terhindarkan. 

“Dampak atas kejadian tersebut membuat lokomotif dari KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus dikirim lokomotif penolong dari Stasiun Tebingtinggi," katanya. 

"Kondisi masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ungkap Anwar.

Perlintasan Gelap

Menurut warga setempat, Lokasi Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, memang sangat membutuhkan palang pintu perlintasan kereta api. Sebab, jalan umum yang ada di titik tersebut menikung dan memiliki jarak pandang yang terbatas karena terhalang tanaman umbi-umbian.

"Ini jalannya menikung dan setelah masuk tikungan ketemu rel perlintasan kereta api.

Saat tanaman ubi di kiri kanannya tinggi, itu sopir biasanya nggak sadar kalau ada kereta api akan melintas," kata Eri, warga setempat. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved