Sumut Terkini

Setelah Izin PT TPL Dicabut, Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan Keluarkan Surat Pastoral

Setelah mendapatkan informasi soal dicabutnya izin PT TPL, Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan keluarkan surat pastoral HKBP.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
PT TPL DITUTUP - Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan. Pendeta Victor Tinambunan merupakan tokoh agama yang secara frontal menolak kehadiran PT TPL di Tanah Batak. Hal ini termuat dari seruannya yang lantang menolak TPL. 

TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Setelah mendapatkan informasi soal dicabutnya izin PT TPL, Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan keluarkan surat pastoral HKBP.

Pendeta Victor Tinambunan merupakan tokoh agama yang secara frontal menolak kehadiran PT TPL di Tanah Batak. Hal ini termuat dari seruannya yang lantang menolak TPL.

Bersama dengan tokoh agama lainnya, ia juga telah melakukan berbagai diskusi menyoal kerusakan alam yang disinyalir akibat berdirinya PT TPL di kawasan Danau Toba. Termasuk juga berkontribusi terjadinya bencana alam yang di kawasan Danau Toba beberapa waktu lalu.

Berikut seruan pastoral yang ia keluarkan dan diperoleh tribun-medan.com hari ini, Rabu (21/1/2026).

Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Raja Gereja!

Saudara-saudari yang bekerja dan menggantungkan penghidupan pada PT Toba Pulp Lestari(TPL), sebagai Ephorus HKBP, saya menyampaikan surat pastoral ini dengan kasih, empati, dan tanggung jawab iman.
HKBP menyadari bahwa persoalan lingkungan hidup dan keberlanjutan ekonomi keluarga merupakan pergumulan nyata yang saling berkaitan.

Oleh karena itu, sikap gereja harus senantiasa berakar pada kasih Kristus, keadilan Allah, dan keberpihakan pada
kehidupan.

HKBP meyakini bahwa Allah mempercayakan bumi beserta seluruh isinya kepada manusia untuk menjadi sumber penghidupan tetapi juga dirawat dan diwariskan, bukan untuk dieksploitasi dan ditinggalkan dalam kerusakan. Berdasarkan keyakinan iman tersebut, HKBP secara konsisten menyerukan agar operasional PT Toba Pulp Lestari dihentikan, dan selanjutnya juga berlaku bagi para pelaku lainnya, baik pribadi, kelompok, maupun perusahaan sejenis.

Sikap ini merupakan panggilan profetis gereja untuk turut merespons krisis iklim global, mencegah bencana ekologis,
melindungi tanah ulayat dan hutan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjamin masa depan generasi mendatang.

Kepada saudara-saudari yang bekerja di TPL, baik karyawan tetap, pekerja harian lepas, maupun seluruh pihak yang menggantungkan penghidupan pada perusahaan tersebut, kami sampaikan bahwa HKBP berkomitmen untuk terus mendoakan, mendampingi, dan memperjuangkan hak-hak
pekerja.

HKBP mendesak dan turut berjuang agar perusahaan dan pemerintah menjamin pemenuhan seluruh hak normatif pekerja secara adil dan bermartabat sesudah penutupan operasional PT TPL. HKBP juga mendorong agar lahan konsesi dikonversi dengan bijaksana, misalnya menjadi hutan lindung, tanah dan hutan adat, lahan pertanian pohon produktif dan hortikultura, sebagian diberikan kepada para pekerja terdampak demi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dengan pengaturan yang jelas. HKBP menegaskan bahwa perjuangan menjaga ciptaan tidak boleh mengabaikan martabat manusia.

Oleh karena itu, di tengah perbedaan pandangan dan dinamika sosial yang muncul, kami menghimbau seluruh warga masyarakat, termasuk warga HKBP, untuk tetap memelihara persaudaraan dengan penuh kasih. Kita dipanggil untuk saling menopang, saling mendengar, dan
berjalan bersama dalam kasih.

Kiranya kita mampu menjalani masa ini dengan iman yang teguh, berdialog dalam terang Firman Tuhan. Biarlah Gereja sungguh menjadi saksi harapan, keadilan, dan pemulihan di tengah dunia.

Demikian surat pastoral ini disampaikan. Kiranya Roh Kudus menuntun langkah kita semua.

(cr3/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved