Tak Ada Euforia Perayaan Malam Tahun Baru, Pengeloa Wisata Beri Dukungan Moril ke Korban Bencana 

Hal tersebut diketahui, dikarenakan dampak dari bencana yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Sumatera Utara, Aceh, hingga Sumatera Barat.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
PUNCAK TANGKE TABU - Wisatawan mengisi liburan akhir pekan di objek wisata Puncak Tangke Tabu, yang berada di kawasan Jalan Jaranguda, Desa Sempajaya, Berastagi, Minggu (28/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Menjelang libur panjang akhir tahun, biasanya di kawasan wisata Berastagi selalu menjadi incaran para wisatawan. Dimana setiap tahunnya, sejumlah objek wisata menyajikan berbagai pertunjukan untuk menyemarakkan pesta pergantian tahun.

Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini semarak perayaan malam Tahun Baru di Berastagi berlangsung tanpa perayaan yang berlebih. Hal tersebut diketahui, dikarenakan dampak dari bencana yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Sumatera Utara, Aceh, hingga Sumatera Barat.

Hal ini dibenarkan oleh sejumlah pengelola dan perwakilan tempat wisata di seputar Berastagi, ketika ditanya perihal persiapan jelang tahun baru. Seperti yang diungkapkan oleh Sales Manager Hotel Mikie Holiday, Verawaty, yang mengaku jika pihaknya pada pergantian tahun ini tak mengadakan pesta kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Untuk tahun ini kita tidak ada membuat pesta kembang api di area Funland seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena mengingat banyak saudara kita yang tertimpa musibah di sejumlah daerah, ini bentuk keprihatinan kita," ujar Verawaty, Senin (29/12/2025).

Baca juga: Operator Wisata Diminta tak Pasang Tarif Keterlaluan 

Diungkapkan Verawaty, sebelumnya pihaknya berencana menggelar pesta kembang api namun dibatalkan pada H-2 perayaan Natal kemarin. Ia menjelaskan, selain karena keputusan manajemen hal tersebut juga berkenaan dengan instruksi Gubernur Sumatera Utara dan terbaru adanya edaran dari Kapolri.

"Jadi malam Tahun Baru nanti seperti biasa saja perayaannya, tidak ada yang spesial dan tidak terlalu euforia," ucapnya.

Di tempat terpisah, pengelola objek wisata pemandian air panas Pariban, Ardian Surbakti juga mengungkapkan hal yang tak jauh berbeda. Ia menjelaskan, melihat kondisi saat ini sebaiknya memang segala aktivitas yang terlalu euforia tak dilaksanakan demi menjaga hati dari masyarakat yang terdampak musibah.

"Enggak ada tahun ini, biasa saja. Kita juga masih prihatin dengan kondisi saudara-saudara kita yang terkena musibah," ujar Ardian.

Terlebih, dirinya menjelaskan, selama libur panjang Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026 ini pihaknya melihat angka kunjungan wisatawan yang datang ke Berastagi khusunya pemandian air panas menurun drastis. Bahkan, ia mengaku, untuk tahun ini pihaknya mencatat hanya sekitar 30 persen dari total biasanya wisatawan yang berkunjung ke Berastagi.

"Tahun ini memang cukup sepi, cuma sekitar 30 persen dari biasanya. Karena tamu kita yang biasanya datang dari sekitar Sumut dan beberapa daerah lainnya masih pemulihan dari bencana alam," ungkapnya.

Di lain tempat, Benni Sitepu selaku pengelola objek wisata Puncak Tangke Tabu mengungkapkan jika melihat kondisi saat ini dimana sejumlah daerah masih pemulihan dari bencana pihaknya tidak akan menggelar acara malam tahun baru.

Ia mengatakan, nantinya jika memang ada wisatawan yang ingin menginap saat malam pergantian tahun maka diimbau tak melakukan aktivitas yang menonjol.

"Ini bentuk keprihatinan kita kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah, jadi kita tidak ada perayaan apa-apa menjelang Tahun Baru nanti," ucap Benni.

Ia berharap semua masyarakat terutama korban yang terdampak musibah bisa segera pulih. Sehingga, bisa cepat beraktivitas seperti sedia kala.

Arus Lalulintas Masih Landai 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved