Banjir dan Longsor di Tapteng

Listrik di Kelurahan Hutanabolon Tapteng Belum Hidup, Banjir Masih Genangi Jalan Rumah Warga

Setelah tiga minggu bencana banjir dan longsor, Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah tak kunjung membaik. 

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Kondisi jalan Simpang Sigotom yang masih dipenuhi lumpur dan banjir setelah tiga minggu pasca bencana banjir dan longsor di Tapteng, Jumat (19/12/2025). Jalan ini menuju ke Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka, Tapteng 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Setelah tiga minggu bencana banjir dan longsor, Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah tak kunjung membaik. 

Perjalanan ke Kelurahan Hutanabolon juga semakin parah. Air banjir masih mengalir di sisi rumah warga, kayu-kayu  besar dan lumpur juga masih menutupi area rumah warga.   

Begitupun dengan listrik dan air bersih yang tak kunjung hidup. Masih banyak warga yang menggunakan air bekas  banjir untuk  MCK, cuci piring, baju dan lain-lain.

Akses menuju Hutanabolon  atau tepatnya Jalan Simpang Sigotom, juga masih belum bisa dilalui kendaraan roda dua yang mesinnya matic.

Sehingga banyak warga sekitar terpaksa berjalan selama 2 jam pulang pergi membawa sembako seperti beras, minyak, telur dan lain-lain.

Setelah tiga minggu ini, jalan menuju Hutanabolon terlihat lebih parah. Karena lumpur tebal memenuhi badan jalan.

Ketika tiba di Hutanabolon, kondisinya juga masih sama. Kayu-kayu, lumpur yang mengelilingi segelintir  rumah warga  yang tersisa masih terlihat.

Hanya saja, kini ada tiga alat berat yang diturunkan. Alat-alat berat ini mulai memperbaiki aliran sungai. 

Tetapi keberadaan roda empat yang hanyut  sudah mulai terlihat di sisi kanan kiri jalan. Pihak petugas gabungan juga mulai memperbaiki sekolah-sekolah dan gereja-gereja yang rusak. 

Warga Kelurahan Hutanabolon Asrin Tambunan mengatakan, air sungai ini akan terus mengalir ke jalanan, jika aliran sungai tidak diperbaiki.

"Ini air aliran sungai banjir kemarin. Jadi sungai  kami dipenuhi kayu-kayu. Makanya kalau kayu cepat diangkat, alirannya balik ke semula. Baru bisa rumah kami dibersihkan. Kalau enggak begini teruslah ini,"jelasnya. 

Diakuinya, kalau lampu tak kunjung hidup pasca bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025). 

"Belum ada listrik hidup. Gimana mau hidup, air sungai masih melintas di jalan ini. Masih banjirlah ini. Mudah-mudahan cepatlah diperbaiki aliran sungai ini,"ucapnya. 

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved