Refleksi Akhir Tahun, BP Toba Caldera Rumuskan Kegiatan dan Kerjasama Internasional 

sejumlah agenda yang telah dipersiapkan untuk kegiatan pada tahun-tahun yang akan datang, diantaranya, penambahan dua geosite

Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN
Badan Pengelola Toba Caldera UGGp menggelar Refleksi Akhir Tahun di Gedung Politeknik Pariwisata Medan, Kamis (18/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Memasuki akhir tahun, apresiasi mendalam disampaikan berbagai pihak terhadap Badan Pengelola Toba Caldera UGGp karena berhasil meraih Green Card UNESCO beberapa waktu lalu. 

Seperti yang disampaikan mantan birokrat, Budi Sinulingga dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun yang digelar di Gedung Politeknik Pariwisata Medan, Kamis (18/12). Turut hadir dalam kegiatan ini, Dewan PakarToba Caldera RE Nainggolan serta tokoh masyrakat/budayawan sekaligus pendiri Yayasan Bitra Indonesia, Soekirman. 

“Saya sampaikan selamat kepada Badan Pengelola, akhirnya kerja keras untuk meraih Green Card UNESCO terwujud. Ini tentu harus dilanjutkan dengan program-program lain pada tahun selanjutnya,” jelasnya. 

Sementara, General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGGp), Dr Azizul Kholis dalam kesempatan tersebut menyampaikan beragam program yang telah dilakukan sepanjang tahun lalu baik skala nasional hingga internasional. 

Beberapa di antaranya, seminar internasional yang menghadirkan Menteri Pariwisata, revalidasi dengan kedatangan dua orang asasment UNESCO. Hingga muaranya adalah, revalidasi Green Card. 

Baca juga: Pemkab Diminta Buat SK Pemantapan Geologi, Toba Caldera Geopark Terima Green Card  

Azizul menyampaikan, sejumlah agenda yang telah dipersiapkan untuk kegiatan pada tahun-tahun yang akan datang, diantaranya, penambahan dua geosite di Simalem dan Onanrunggu. 

“Sebetulnya ada empat geosite yang kita usulkan, namun agar supaya bisa dilakukan secara bertahap, keempatnya ini kita lakukan selama tiga tahun. Pada tahun 2026 dua goesite, kemudian dua tahun berikutnya masing-masing satu geosite,” ujarnya. 

Azizul juga menjelaskan, pihaknya telah menjajaki jejaring internasional. Ia menyampaikan jika debu letusan Gunung Toba menyebar hingga di berbagai negara diantaranya Malaysia, Thailand, dan negara lainnya. Di masing-masing negara nantinya akan dibuat corner sebagai salah satu situs letusan Toba. 

Badan Pengelola Toba Caldera UGGp menggelar Refleksi Akhir Tahun di Gedung Politeknik Pariwisata Medan, Kamis (18/12/2025).
Badan Pengelola Toba Caldera UGGp menggelar Refleksi Akhir Tahun di Gedung Politeknik Pariwisata Medan, Kamis (18/12/2025). (TRIBUN MEDAN)

Pada tahun depan, katanya,  berbagai forum internasional baik yang dilakukan di Toba sebagai tuan rumah mau pun di luar negeri, menjadi pragram yang akan dilaksanakan. Bahkan Pemerintah Malaysia juga sudah menyatakan kesediaannya untuk mendanai salah satu program.  

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Badan Pengelola telah menyampaikan usulan, yang sebagian sudah disetujui, dengan nilai anggaran sebesar Rp 3,5 miliar ke pemerintah daerah dan Rp 15 miliar ke Kementerian, namun anggaran tersebut masih dalam bentuk program yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian. 

Sebelumya mewakili Kadis Budaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Maike Ritonga menyampaikan, jika pada tahun ini pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 3,2 miliar khusus untuk geopark terdiri dari kegiatan pemasaran dan bangunan fisik diantaranya pembangunan gapura, papan penunjuk arah, papan nama, dan papan panel informasi. 

Maike berharap, pada tahun depan, Badan Pengelola bisa mengajak OPD lain semisal Lingkungan Hidup dan Dinas Koperasi dan UMKM. 

Sementara, dalam kesempatan tersebut, Dewan Pakar RE Nainggolan, mengusulkan agar Badan Pengolala bisa merangkul tujuh pamerintah kabupaten yang ada di Toba Caldera untuk berperan aktif. 

“Masing-masing kepala daerah dari tujuh kabupaten ini memegang tanggung jawab terhadap geosite, sehingga tugas-tugas tidak menumpuk di Badan Penelola. Badan Pengelola memegang komando untuk menggerakkan semua potensi, termasuk mensitumulasi media agar senantiasa menuliskan tentang Toba Caldera,” ujarnya.  

Badan Pengeloa juga dituntut bisa tinggal menetap di kawasan Caldera, berinteraksi secara langsung dengan masyarakat yang ada di sekitar. Menjawab hal tersebut, Azizul mengatakan, jika Badan Pengeloa telah memiliki kantor di mess milik Pemprovu di Kota Parapat. Ia dan manager lainnya, memberlakukan piket bergantian menetap di sana. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved