Sumut Terkini

Silaturahmi ke Wakil Bupati Deli Serdang, Bupati Karo Bahas Realisasi Jalur Alternatif

Dengan rencana ini, tentunya masyarakat dari Kabupaten Karo yang akan menuju ke bandara Kualanamu maupun sebaliknya akan lebih cepat. 

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
Diskominfo Karo
BAHAS JALUR ALTERNATIF - Bupati Karo Antonius Ginting (berdiri), memeberikan sambutan saat silaturahmi ke Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Soewondo (tiga kiri), di di Desa Liang Pematang (Rumah Liang), Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (12/09/2025) kemarin. Pada silaturahmi kemarin, keduanya sepakat membahas realisasi jalur alternatif dari Karo menuju Deli Serdang. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dan Pemkab Deli Serdang sepakat mempercepat realisasi pembangunan jalan tembus (alternatif), yang menghubungkan dua kabupaten ini.

Salah satu tujuan lagi percepatan realisasi jalan alternatif ini, diharapkan sebagai solusi kemacetan di jalur utama Medan-Berastagi.

Diketahui, jalur alternatif yang dimaksud ini merupakan jalan tembus dari Desa Serdang, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo menuju ke Desa Liang Pematang, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang.

Dengan rencana ini, tentunya masyarakat dari Kabupaten Karo yang akan menuju ke bandara Kualanamu maupun sebaliknya akan lebih cepat. 

Rencana ini, dikemukakan oleh kedua Pemkab saat pertemuan antara Bupati Karo Antonius Ginting dengan Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Soewondo, di Desa Liang Pematang (Rumah Liang), Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (12/09/2025) kemarin.

Bupati Karo Antonius Ginting, mengungkapkan rencana ini merupakan solusi strategis terhadap kemacetan jalur Medan–Berastagi dan hambatan distribusi hasil pertanian dari Karo.

“Banyak petani mengeluhkan keterlambatan pengiriman sayur dan buah segar. Karena itu, pembangunan jalan tembus Karo–Deli Serdang menjadi solusi strategis,” ujar Antonius. 

Menurutnya, infrastruktur ini akan memperkuat posisi strategis Karo dan Deli Serdang sebagai pusat pertanian dan pariwisata unggulan di Sumatera Utara.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa jalur penghubung ini bukan hal baru. 

Jika diambil dari sejarah, dulu jalur ini dikenal sebagai salah satu jalur Perlanja Sira (pedagang garam).

Dimana jalur ini merupakan lintasan perdagangan penduduk dataran tinggi yang menjual produk seperti lada, kemenyan dan daging untuk di tukar dengan garam dan ikan dari pesisir pantai yang melintasi wilayah Deli Serdang saat ini.

“Menghidupkan kembali jalur ini dalam konteks modern bukan sekadar infrastruktur, tapi wujud semangat membangun masa depan. Jalan ini akan menghubungkan harapan, peluang, dan impian masyarakat kedua kabupaten,” ucapnya. 

Nantinya, jika jalur ini benar-benar bisa terealisasikan tentunya akan sangat berguna bagi hirilisasi dan distribusi produk pertanian.

Dikatakan Antonius, jalan tembus ini dianggap penting untuk mendukung komitmen Pemkab Karo menjadikan wilayahnya sebagai pusat hilirisasi produk pertanian.

“Distribusi hasil panen seperti kol, wortel, kentang, dan jeruk bisa lebih cepat dan efisien. Bahkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah untuk pasar nasional dan internasional,” ucapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved