PSMS Medan

Jebolan PSMS U-21 Sanzai Hutajulu Ukir Sejarah, Juara Liga 4 Sumut Dua Musim Beruntun

Pada musim 2024/2025, Sanzai menjadi bagian penting dalam keberhasilan Victory Dairi menjuarai Liga 4 Sumatera Utara.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Pemain Paya Bakung FC Sanzai Hutajulu menggiring bola melewati adangan pemain PS Kwarta di laga final Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara di Stadion Mini Disporasu, Deliserdang, Jumat (17/4/2026). Sanzai Hutajulu sukses meraih gelar juara Liga 4 Sumut dua musim berturut-turut.  

“Saya nekat masuk SSB tanpa bilang orang tua. Lama-lama mereka tahu juga karena saya sering bawa sepatu bola. Tapi akhirnya mereka mendukung, yang penting saya bisa jaga diri,” katanya.

Ditempa di Dunia Akademik dan Kompetisi

Tahun 2015 menjadi titik penting dalam hidupnya. Ia diterima di Universitas Negeri Medan (Unimed), Fakultas Ilmu Keolahragaan. Di sana, Sanzai tidak hanya mengasah kemampuan teknik, tetapi juga fisik dan mental.

Setahun kemudian, ia mengikuti seleksi PSMS Junior U-21 dan berhasil lolos hingga tahap akhir.

Selama sekitar enam bulan, ia menjalani latihan intensif dan sejumlah uji coba yang semakin mematangkan kemampuannya sebagai pemain.

“Itu pengalaman pertama saya benar-benar merasakan atmosfer sepak bola yang lebih profesional. Bahkan pertama kali juga saya dapat gaji dari sepak bola,” ungkapnya.

Meski sempat mencoba peruntungan di berbagai seleksi, termasuk di PSMS Medan pada 2019, langkahnya harus terhenti. Namun kegagalan itu tidak membuatnya menyerah.

Pada tahun 2021, usai gagal mengantarkan Victory Dairi meraih gelar juara Liga 3 regional Sumatera Utara, Sanzai Hutajulu justru mendapat kesempatan baru. Ia dipinang Yob Belawan untuk memperkuat tim tersebut dalam ajang Liga 3 Nasional, membuka lembaran pengalaman baru di level kompetisi yang lebih tinggi.

“Kalau gagal, ya coba lagi. Mental tidak boleh jatuh,” tegasnya.

Tetap Bersinar di Tengah Kesibukan sebagai Guru

Di luar lapangan, Sanzai kini menjalani profesi sebagai guru di SD Negeri 030306 Huta Gugup. Peran ini membuat intensitas latihannya tidak sepadat dulu. Bahkan ia sempat merasa pesimis saat mendapat panggilan bergabung dengan Paya Bakung FC.

Namun, keraguan itu justru terjawab dengan prestasi gemilang. Ia kembali menjadi juara, bahkan secara beruntun.

“Saya tidak menyangka bisa juara dua kali berturut-turut. Ini luar biasa dan semua karena berkat Tuhan,” katanya.

Motivasi terbesarnya sederhana, menjaga nama dan eksistensinya di peta sepak bola Sumatera Utara.

“Saya tidak mau nama saya hilang. Setidaknya tetap ada dan bisa terus ikut kompetisi,” ucapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved