PSMS Medan
PSMS Medan U-19 Kalah 2-3 Kontra Kendal Tornado FC, Terbenam di Dasar Grup C EPA Championship
PSMS Medan U-19 kembali harus menelan hasil pahit dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) Championship 2025/2026.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PSMS Medan U-19 kembali harus menelan hasil pahit dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) Championship 2025/2026. Ayam Kinantan Muda mencatat kekalahan ketiga secara beruntun setelah takluk 2-3 dari Kendal Tornado FC di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Kamis (16/4/2026) pagi.
Dalam pertandingan tersebut, PSMS Medan U-19 sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit. Dua gol balasan berhasil dicetak melalui Dzibril Javar pada menit ke-67 dan Oka Dwi Caksono di menit ke-72. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk menghindarkan tim dari kekalahan.
Sementara itu, tiga gol kemenangan Kendal Tornado FC masing-masing dicetak oleh Arya Rangga Parusha pada menit ke-39, Joiner Kareth di menit ke-28, serta gol penentu dari Rangga Dwi Lesmana pada menit ke-78.
Hasil ini semakin memperpanjang tren negatif PSMS Medan U-19 di kompetisi EPA musim ini. Dari empat pertandingan yang telah dijalani di Grup C, mereka baru mengoleksi satu poin hasil dari satu kali imbang dan tiga kekalahan. Kondisi tersebut membuat PSMS harus terpuruk di dasar klasemen sementara.
Pelatih kepala PSMS Medan U-19, Kas Hartadi, mengakui timnya sebenarnya tidak kalah dalam hal permainan. Namun, ia menyoroti lemahnya penyelesaian akhir sebagai faktor utama kegagalan meraih hasil positif.
“Dari segi permainan kita sebenarnya bagus, tidak kalah. Tapi memang kita kesulitan mencetak gol karena lini depan belum maksimal,” ujar Kas Hartadi kepada Tribun Medan.
Ia menambahkan, peluang yang diciptakan anak asuhnya cukup banyak dalam pertandingan tersebut. Bahkan, dua gol yang tercipta justru berasal dari lini tengah, bukan dari para penyerang.
“Masalah utama kita ada di striker. Banyak peluang, tapi finishing belum maksimal. Gol kita malah datang dari gelandang,” jelasnya.
Meski demikian, Kas Hartadi menegaskan dirinya akan memaksimalkan potensi yang ada di dalam skuad, termasuk tiga penyerang yang dimiliki saat ini dengan kualitas yang relatif setara.
“Saya akan maksimalkan pemain yang ada. Kita punya tiga striker dengan kualitas yang hampir sama, jadi akan kita optimalkan karena tidak ada waktu lagi,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa tim tidak memiliki banyak waktu untuk berbenah, mengingat putaran kedua akan segera dimulai dalam waktu dekat.
PSMS Medan U-19 kembali dijadwalkan menghadapi PSIS Semarang pada Minggu (19/4).
“Kita harus segera bangkit. Minggu depan sudah masuk putaran kedua, jadi tidak ada waktu untuk berlama-lama,” tegasnya.
Untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya, PSMS Medan U-19 dituntut menyapu bersih seluruh laga tersisa. Tantangan tersebut diakui berat, namun Kas Hartadi tetap menyimpan optimisme terhadap kemampuan timnya.
“Kalau ingin lolos, kita harus memenangkan semua pertandingan sisa. Tinggal bagaimana kita memotivasi pemain,” ujarnya.
| Jelang Lawan Sriwijaya FC, Sejumlah Pemain Inti PSMS Medan Kembali Perkuat Skuat |
|
|---|
| SMeCK Hooligan Tantang Pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto Menang 5 Gol Kontra Sriwijaya FC |
|
|---|
| PSMS Medan Terpuruk di Peringkat 7, Gagal Promosi dan Butuh 4 Poin untuk Hindari Play Off Degradasi |
|
|---|
| PSMS Medan U-19 Tumbang 1-2 atas Persekat Tegal, Tren Buruk Berlanjut di EPA Championship |
|
|---|
| PSMS Medan Kembali Keok 0-1 Atas Garudayaksa FC, Padahal Lawan 10 Pemain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tim-PSMS-Medan-U-19-dikalahkan-Kendal-Tornado-FC.jpg)