Berita Olahraga
Meski Belum Puas, Kickboxing Sumut Sukses Sumbang Emas, Perak, dan Perunggu di SEA Games 2025
Medali emas berhasil dipersembahkan oleh Riyan Jefri H Lumbanbatu yang turun di kelas K1 -60 kilogram.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Atlet kickboxing asal Sumatera Utara (Sumut) kembali mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.
Pada ajang SEA Games XXXIII Thailand 2025, tiga atlet kickboxing Sumut sukses menyumbangkan medali bagi kontingen Merah Putih dari nomor yang dipertandingkan.
Medali emas berhasil dipersembahkan oleh Riyan Jefri H Lumbanbatu yang turun di kelas K1 -60 kilogram.
Pada partai final, Riyan tampil impresif dan sukses menumbangkan atlet tuan rumah Thailand, Jakkrit Kongtook, dalam laga yang berlangsung ketat.
Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Riyan berdiri di podium tertinggi dan mengibarkan Merah Putih di negeri Gajah Putih.
Sementara itu, medali perak disumbangkan oleh Ariyanta Sitepu yang tampil di nomor Tatami Point Fighting kelas 63 kilogram.
Ariyanta harus puas berada di posisi kedua setelah melalui pertandingan final yang berlangsung sengit dan penuh tekanan.
Selain itu, satu medali perunggu juga diraih atlet Sumut lainnya yang turun di kelas K1 -52 kilogram, melengkapi raihan medali kickboxing Sumut pada SEA Games kali ini.
Sementara itu, satu atlet Sumut Toni Hutapea harus merelakan SEA Games kali ini. Langkahnya terhenti di babak penyisihan.
Pelatih Kickboxing Indonesia, Sadarmawati Simbolon, yang juga merupakan pelatih asal Sumatera Utara, menyampaikan rasa bangga sekaligus evaluasi atas capaian anak asuhnya.
Menurutnya, secara capaian medali pihaknya tetap bersyukur, namun target awal sebenarnya jauh lebih besar.
“Kalau dibilang puas, saya jujur belum puas. Target sebenarnya itu tiga medali emas bisa diraih atlet-atlet dari Sumatera Utara. Namun, kondisi organisasi yang tidak kondusif seperti yang sempat beredar di media berdampak langsung ke atlet,” ujar Sadarmawati kepada Tribun Medan, Kamis (18/12/2025).
Ia menilai, sejumlah atlet Indonesia, khususnya dari Sumut, mengalami perlakuan tidak adil selama pertandingan. Beberapa atlet yang memiliki potensi besar untuk meraih emas justru harus terhenti akibat berbagai faktor non-teknis.
“Seperti Aprilia yang belum lama ini bisa menjadi juara dunia, juga Toni yang sebelumnya peraih emas di SEA Games lalu. Di SEA Games kali ini Toni harus terhenti di babak penyisihan karena lawan melakukan pelanggaran, menendang di bawah lutut hingga membuat Toni cedera. Padahal low kick itu harusnya diatas lutut, tapi dampaknya Toni tidak bisa bermain maksimal,” jelasnya.
Hal serupa juga dialami Ariyanta Sitepu di partai final. Menurut Sadarmawati, terdapat beberapa keputusan yang merugikan atletnya, sehingga peluang emas harus lepas.
| Liga 4 Sumut 2026 Resmi Dibagi 3 Grup, Mahkota Palas Jadi Tambahan Peserta ke-19 |
|
|---|
| IPSI Medan Gelar Muskot Pemilihan Ketum Periode 2026/2030, Abdul Haris Muda Siregar Calon Tunggal |
|
|---|
| SPOBDA/SPOBNAS Sumut Buka Penerimaan Atlet 2026/2027, Tersedia 29 Kuota dari 10 Cabor |
|
|---|
| PPI Jeda, Atlet Panjat Tebing Sumut Tak Kendurkan Latihan Jelang Kejurnas 2026 |
|
|---|
| NPC Sumut Teken MoU dengan 20 Pelatih dalam Pelatda Persiapan Peparnas 2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pelatih-Kickboxing-Indonesia-asal-Sumut-Sadarmawati-Simbolon-tengah.jpg)