Berita Olahraga

KONI Sumut Lanjutkan Program Pembinaan Intensif 2026, Libatkan 41 Cabang Olahraga secara Bertahap

KONI Sumut kembali melanjutkan Program Pembinaan Intensif (PPI) bagi para atlet daerah pada tahun 2026.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
KONI SUMUT - Atlet panjat tebing Sumatra Utara menjalani sesi latihan rutin di wall climbing milik Disporasu, baru-baru ini. KONI Sumut kembali akan melanjutkan Program Pembinaan Intensif (PPI) bagi para atlet daerah pada tahun 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara (Sumut) kembali melanjutkan Program Pembinaan Intensif (PPI) bagi para atlet daerah pada tahun 2026.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis KONI Sumut dalam mempersiapkan atlet menuju berbagai kejuaraan nasional, termasuk agenda jangka panjang menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Ketua Umum KONI Sumut, Hatunggal Siregar, mengatakan program pembinaan intensif tersebut akan dimulai setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada 1 April 2026, dan berlangsung secara bertahap hingga akhir tahun.

Menurutnya, pelaksanaan PPI akan dibagi dalam beberapa tahap dengan melibatkan sejumlah cabang olahraga secara bertahap agar pembinaan dapat berjalan lebih fokus dan maksimal.

“Untuk tahapan persiapan penyelenggaraan tersebut, kami juga akan melaksanakan program pembinaan intensif. Program ini akan dimulai sejak 1 April nanti setelah Lebaran,” ujar Hatunggal Siregar.

Pada tahap pertama yang berlangsung April hingga Desember 2026, sebanyak 14 cabang olahraga akan mengikuti program pembinaan intensif. Cabang olahraga tersebut meliputi atletik, gulat, panjat tebing, tenis meja, judo, panahan, tinju, ski air, kick boxing, taekwondo, menembak, wushu, pencak silat, dan karate.

Selanjutnya, pada tahap kedua yang berlangsung Juli hingga Desember 2026, KONI Sumut menambah 12 cabang olahraga lainnya ke dalam program pembinaan intensif. Cabang olahraga tersebut yakni senam, angkat besi, berkuda (equestrian), skateboard, shorinji kempo, muay thai, billiard, dance sport, tarung derajat, angkat berat, bowling, dan petanque.

Sementara itu, pada tahap ketiga yang dijadwalkan berlangsung Oktober hingga Desember 2026, kembali ditambahkan 15 cabang olahraga dalam program yang sama. Cabang olahraga tersebut terdiri dari sepak bola, futsal, bola voli, cricket, hockey, gateball, esport, sepak takraw, bulutangkis, barongsai, catur, dayung, baseball/softball, bola tangan, dan bola basket.

Hatunggal menjelaskan, program pembinaan intensif ini bertujuan untuk memastikan para atlet potensial Sumatera Utara mendapatkan latihan yang terarah, terprogram, serta berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan prestasi di tingkat nasional.

“Kita harapkan program ini terus berlanjut karena atlet-atlet yang mengikuti program ini memang merupakan atlet yang kita bina secara intensif,” katanya.

Lebih lanjut, Hatunggal juga mengungkapkan bahwa program pembinaan ini direncanakan akan dilanjutkan pada Januari 2027, mengingat pada tahun tersebut persiapan menuju PON sudah semakin dekat.

Bahkan, kata dia, beberapa cabang olahraga nantinya akan memasuki tahap training camp (TC) penuh sebagai bagian dari pemusatan latihan yang lebih intensif bagi atlet-atlet unggulan Sumatera Utara.

“Di tahun 2027 kita sudah mulai mendekati PON, sehingga ada cabang olahraga yang nantinya akan kita siapkan melalui TC penuh. Rencana itu akan kita bahas kembali dalam rapat-rapat perencanaan berikutnya,” jelasnya.

Melalui program pembinaan intensif ini, KONI Sumut berharap dapat terus menjaga kesinambungan pembinaan atlet sekaligus meningkatkan daya saing olahraga Sumatera Utara di tingkat nasional.

(Cr29/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved