Catatan Sepak Bola

Indonesia vs Arab Saudi, Sepertinya Kita Bisa

Indonesia akan menghadapi Arab Saudi di laga pertama Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Grup B di Stadion King Abdullah Sport City.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
TAHAN BOLA - Pemain Tim Nasional Indonesia Calvin Verdonk (kanan) menahan bola dibayang-bayangi pemain China pada laga kualifikasi ronde 3 Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, beberapa waktu lalu. Indonesia akan menghadapi tuan rumah Arab Saudi pada laga kualifikasi ronde empat Piala Dunia 2026, Kamis (9/10) dini hari WIB 

TRIBUN-MEDAN.com- Indonesia berjarak 180 menit, 2 x 90 menit, dari Piala Dunia 2026.

Rabu malam waktu Arab Saudi, 8 Oktober 2025, atau Kamis (9/10) menjelang pagi Waktu Indonesia, adalah 90 menit yang pertama.

Indonesia akan menghadapi Arab Saudi di laga pertama Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Grup B di Stadion King Abdullah Sport City (Alinma Stadium), Jeddah.

Waktu yang sangat krusial. 

Tiga poin dari waktu ini, akan membawa Indonesia selangkah lebih dekat pada sejarah.

Pertanyaannya, apakah kita bisa? Persisnya, apakah kita memiliki potensi untuk sampai pada titik itu?

INSTRUKSI - Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, Patrick Kluivert (kiri), berteriak memberikan instruksi kepada para pemain pada satu momentum laga FIFA Matchday versus Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Indonesia akan menghadapi tuan rumah Arab Saudi pada laga kualifikasi ronde empat Piala Dunia 2026, Kamis (9/10) dini hari WIB.
INSTRUKSI - Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, Patrick Kluivert (kiri), berteriak memberikan instruksi kepada para pemain pada satu momentum laga FIFA Matchday versus Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Indonesia akan menghadapi tuan rumah Arab Saudi pada laga kualifikasi ronde empat Piala Dunia 2026, Kamis (9/10) dini hari WIB. (TRIBUN SOLO/MUHAMMAD NURSINA)

Berat tentu saja, tapi, sepertinya kita bisa. Sejumlah rumah prediksi memang selalu menempatkan kita di urutan buntut.

Persentase peluang Indonesia untuk lolos ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tahun depan tidak pernah berada di atas 10 persen.

Rata-rata tujuh-delapan persen, bahkan ada yang lima persen saja.

Persentase yang kecil ini tentu bukan merupakan satu bentuk memandang sebelah mata. Bukan meremehkan.

Para pengampu rumah prediksi bekerja berdasarkan hitung-hitungan statistik, dan di antara enam kontestan ronde empat kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, Indonesia harus diakui sebagai yang paling kurang berpengalaman.

Saudi jelas langganan Piala Dunia. Mereka sudah enam kali lolos ke putaran final, dengan pencapaian tertinggi babak 16 besar pada edisi 1994.

Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar masing-masing sudah lolos satu kali. Oman belum pernah.

Pun Indonesia, meski dalam catatan FIFA, pada edisi 1938, atas nama Dutch East Indies kita pernah berpartisipasi dan lolos ke babak 16 besar pula. 

Itu soal pengalaman. Belum pula perkara peringkat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved