Warga Siantar Kini Pilih Naik Kereta Api, Dampak Aktivitas Bus Dialihkan ke Terminal Tanjung Pinggir
beberapa rute favorit bahkan mencatatkan okupansi yang melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Dampak kebijakan Pemko Siantar yang mengarahkan agar aktivitas menaik-turunkan penumpang bus AKAP dan AKDP ke Terminal Tanjung Pinggir, sejumlah masyarakat akhirnya memilih transportasi kereta api. Hal ini terlihat dari tingginya okupansi seat di Aplikasi KAI Access beberapa hari terakhir.
Bagi sebagian kalangan, pengalihan operasional bus dari yang biasanya di inti kota ke Terminal Tanjung Pinggir (± 4 km dari pusat kota), membuat masyarakat harus mengeluarkan kocek lebih untuk menjangkau inti kota.
"Ya kalau dibanding naik bus atau kereta api, lebih baik naik kereta api lah. Tiket kereta api murah, Rp 22.000 kalau ke Medan dan letak stasiun di inti kota. Sementara naik bus, harus ke Terminal Tanjung Pinggir itu pun ongkos ke Medan Rp 40 ribu - 50 ribu," kata B Nasution, penumpang kereta api, Senin (16/2/2026).
Rute Kereta Api Siantar Ekspress untuk trip Pematangsiantar - Medan bagi masyarakat cukup hemat. Trip perjalanan dua kali sehari dengan jumlah tiga gerbong. Dari Siantar, trip pertama mulai pukul 07.10 WIB pagi dan trip kedua pukul 15.35 WIB sore. Harga karcis jauh dekat adalah Rp 22.000.
"Kalau naik bus, kita terpaksa pesan ojek online lagi lah. Kan repot. Apalagi kalau barang-barang kita banyak," ujar seorang wanita paruh baya.
Baca juga: Investasi Rp 3 Miliar Mandek, Alih Fungsi Terminal Aksara Jadi Pusat Kuliner Tunggu Hitungan KPKNL
Penggunaan moda transportasi kereta api tercatat sangat tinggi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara melaporkan sebanyak 7.794 penumpang telah diberangkatkan pada Sabtu (14/2) melalui 22 perjalanan kereta api (KA) yang dioperasikan di wilayah tersebut.
Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa beberapa rute favorit bahkan mencatatkan okupansi yang melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.
"Pada hari ini, Sabtu (14/2/2026), dari enam perjalanan KA Putri Deli dan empat perjalanan KA Siantar Ekspres, tiketnya telah terjual lebih dari 100 persen kapasitas tempat duduk. Meski demikian untuk beberapa rute perjalanan kereta api, tiketnya masih tersedia," ujar Anwar.
Besarnya minat masyarakat kali ini tidak hanya terlihat pada KA Putri Deli dan KA Siantar Ekspres. Pada keberangkatan Jumat kemarin, dari enam jadwal KA Sribilah, tiga di antaranya dipenuhi penumpang. Bahkan, satu jadwal KA Sribilah Utama Fakultatif juga mencatat penjualan tiket di atas 100 persen dari kapasitas yang disediakan.
Anwar menilai, fenomena ini terjadi karena masyarakat ingin memanfaatkan momentum libur panjang sebagai kesempatan terakhir berwisata sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
"Banyak masyarakat Sumatera Utara menggunakan kereta api pada libur Imlek kali ini untuk perjalanan berlibur sebelum datangnya bulan puasa," tambahnya.
Secara keseluruhan, untuk periode Jumat hingga Selasa (13-17/2/2026), KAI Divre I Sumut menyediakan total kapasitas sebanyak 47.636 kursi. Hingga saat ini, sebanyak 33.712 tiket telah terjual.
Bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket pada jadwal favorit, Anwar menyarankan untuk terus memantau aplikasi Access by KAI untuk melihat ketersediaan secara berkala.
| Hakim Heran Pejabat BPK Ditransfer 3 Miliar, Kasus Suap Proyek Jalur Kereta Api Wilayah Medan |
|
|---|
| Buntut Sopir Panik, Innova Dihantam Kereta Api Putri Deli di Perlintasan tanpa Palang di Asahan |
|
|---|
| WARGA di Lampung Blokir Jalur Kereta Api Gegara Kesal Mobil Diserempet Padahal Menerobos |
|
|---|
| Terungkap Identitas Wanita yang Tewas Ditabrak Kereta Api di Pardomuan Siantar Timur |
|
|---|
| Jelang Lebaran, Pengamanan Arus Mudik di Stasiun KA Ditingkatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penampakan-gerbong-kereta-api-Siantar-Ekspress-yang-memberikan-fasilitas-kelas-Ekonomi.jpg)