Distribusi Terhambat, Warga Siantar Mengeluh Kelangkaan BBM dan LPG 

Beberapa SPBU mau pun Pertashop yang ia lewati sampai ke pusat Kota Pematangsiantar juga mengalami kondisi serupa.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Eti Wahyuni
Tribunnews.com/Alija Magribi
KELANGKAAN LPG - Kondisi SPBU 14211277 Jalan Sisingmangaraja, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, yang menutup operasional akibat distribusi BBM terhambat, Minggu (30/11/2025) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sejumlah SPBU di Kota Pematangsiantar dan sekitarnya mengalami kekosongan BBM pada Minggu (30/11). Dari sejumlah titik, pengelola SPBU tampak menutup operasional dengan memasang pelang ketiadaan BBM.

Pantauan Tribun Medan, BBM kosong ada di SPBU 14211277 Jalan Sisingmangaraja, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari. SPBU yang berdiri di Jalan Lintas Siantar - Parapat ini kosong untuk keseluruhan jenis BBM.

Amatan yang sama juga terjadi pada SPBU 14211209 Jalan Patuan Nagari, Kelurahan Sigulanggulang, Kecamatan Siantar Utara (Parluasan). Pihak SPBU hanya menjual sisa-sisa Biosolar. Untuk layanan Pertalite dan Pertamax, kosong.

Seorang pengendara Yamaha Scorpio asal Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, yang ditemui di Jalan Sisingamangaraja mengaku di kampungnya mengalami kekosongan BBM. Termasuk penjaja bensin eceran yang biasa berjualan di pinggir jalan.

Baca juga: Kelangkaan BBM, Wali Kota Medan Imbau Warga Tak Panik: Stok Aman, Kapal Sudah Bersandar

Beberapa SPBU mau pun Pertashop yang ia lewati sampai ke pusat Kota Pematangsiantar juga mengalami kondisi serupa.

“Kami aja dari Sidamanik kosong, Bang. Makanya kami turun ke Kota Siantar, eh di sini rupanya Pertalite kosong juga. Kami tadi ke SPBU Parluasan. Rupanya kosong juga,” kata lelaki berperawakan remaja ini.

Pantauan di beberapa titik, para pengendara khususnya ojek online kebingungan mencari BBM. Tak sedikit dari mereka melambatkan lajunya untuk menilik penjaja bensin eceran pinggir jalan.

Selain BBM, kelangkaan ternyata ikut terjadi pada distribusi LPG atau gas minyak cair. Kabar ini disampaikan salah satu pengusaha pangkalan elpiji di Kecamatan Siantar Selatan. Ia menyebut bahwa pasokan gas dari Pertamina saat ini terkendala jalur distribusi.

“Dari pihak Pertamina katanya begitu. Makanya kami ini sisa-sisa gas pun sudah nggak ada lagi sejak hari Sabtu kemarin. Dan kemungkinan baru pulih katanya Senin besok (hari ini). Kita tengok lah besok (hari ini),” ujar pria yang enggan disebutkan namanya ini.

Ia menyebut bahwa masyarakat baik pelaku usaha kiranya bisa memanfaatkan kayu bakar sambil menunggu pasokan elpiji kembali normal seperti sedia kala.

“Kalau masih ada kayu. Bakar kayu aja lah. Cuma yang pengusaha makanan ini yang bakal bingung. Rumah makan dan restoran-restoran itu,” katanya.

Terkait hal ini, Kabag Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Pematangsiantar, Sari DR Damanik menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina Regional Sumbagut untuk memenuhi kecukupan BBM dan LPG di Kota Pematangsiantar.

Pihak Pertamina, kata Sari, mengaku bahwa distribusi BBM akan berjalan normal sampai ke Pematangsiantar.

“Kemarin tanker Pertamina sudah empat hari nggak bisa bersandar di Belawan karena ombak tinggi. Jumat sore infonya sudah loading untuk selanjutnya didistribusikan ke semua SPBU di kabupaten-kota. Insya Allah kami rapat kembali dengan Pertamina di Bagian Ekonomi pada Senin besok,” paparnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved