Ramadan 2026

281 Masjid di Sumut Disiapkan Jadi Tempat Singgah Pemudik saat Lebaran

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menyiapkan 281 masjid ramah pemudik yang akan difungsikan sebagai tempat singgah.

|
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
MUDIK LEBARAN - Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara, Sakoanda Siregar, saat ditemui di ruang kerjanya di Medan. Kanwil Kemenag Sumut menyiapkan 281 masjid ramah pemudik yang akan difungsikan sebagai tempat singgah gratis dan rest area 24 jam selama arus mudik Idulfitri 1447 H. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menyiapkan 281 masjid ramah pemudik yang akan difungsikan sebagai tempat singgah gratis bagi masyarakat selama arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama melalui Ekspedisi Masjid Indonesia 2026. Secara nasional, sebanyak 6.859 masjid disiapkan sebagai tempat transit pemudik mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Sakoanda Siregar, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh satuan kerja Kemenag kabupaten/kota serta Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mendukung program tersebut.

“Sebanyak 281 masjid kita arahkan untuk mendukung program ramah pemudik. Masjid akan menjadi rest area yang buka 24 jam di jalur mudik,” ujar Sakoanda.

Ia menyebutkan beberapa masjid diperkirakan akan menjadi titik singgah utama bagi pemudik. Salah satunya Masjid Taqwa di Kabupaten Simalungun yang akan difungsikan sebagai rest area 24 jam.

Menurutnya, kawasan Simalungun menjadi jalur strategis bagi pemudik yang melintas dari Medan menuju wilayah selatan Sumatera maupun sebaliknya.

“Ada beberapa masjid yang mungkin akan sangat ramai pada masa mudik mendatang. Masjid Taqwa di Simalungun akan menjadi rest area 24 jam yang ramah pemudik dengan fasilitas memadai,” jelasnya.

Selain Masjid Taqwa di Simalungun, terdapat pula Masjid Al Munawwarah di Kabupaten Batubara dan Masjid Al Huda di Kabupaten Asahan yang disiapkan untuk melayani para pemudik.

Sakoanda menjelaskan, program Masjid Ramah Pemudik bertujuan mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat layanan umat, khususnya bagi masyarakat yang melintasi jalur mudik.

Melalui program ini, pengurus masjid didorong membuka akses masjid selama 24 jam agar pemudik dapat beristirahat maupun melaksanakan ibadah dengan nyaman.

“Kita juga berharap pengelola masjid di jalur lintas tersebut siap bekerja sama memberikan layanan bagi pemudik, mulai dari rest area 24 jam, toilet bersih, area parkir yang aman, hingga lingkungan yang nyaman untuk beristirahat dan beribadah,” katanya.

Ia juga mengimbau pengurus masjid untuk menjaga kebersihan fasilitas seperti toilet serta memastikan ketersediaan air wudhu yang memadai.

Menurutnya, fasilitas yang bersih dan terawat akan memberikan kenyamanan bagi para pemudik sekaligus mencerminkan citra positif masjid sebagai rumah ibadah yang ramah bagi semua kalangan.

Agar mudah dikenali, masjid yang berpartisipasi dalam program ini akan dipasangi penanda khusus berupa spanduk di jalur utama.

“Nanti ada spanduk yang kita pasang di area masjid bahwa masjid tersebut menjadi area singgah mudik yang buka 24 jam. Pemudik tidak bisa diprediksi datangnya jam berapa saja, sehingga masjid tetap terbuka kapan pun,” ungkapnya.

Koordinasi dengan pengelola masjid dan satuan kerja terkait, lanjut Sakoanda, akan terus dilakukan menjelang masa mudik Idulfitri 1447 Hijriah guna memastikan kesiapan layanan bagi para pemudik.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved