Ramadan 2026
Masjid Aljihad Medan Siapkan Beragam Kegiatan Ramadan, Buka Puasa hingga Iktikaf 10 Malam Terakhir
Masjid Aljihad Medan kembali menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Masjid Aljihad Medan kembali menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Sejumlah program rutin tetap dilaksanakan untuk memakmurkan masjid sekaligus memberikan ruang ibadah bagi masyarakat.
Sekretaris pengurus Masjid Aljihad Medan, T Sahputra, mengatakan rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Programnya hampir sama seperti Ramadan sebelumnya. Kita tetap mengadakan buka puasa bersama, kemudian tausiyah yang berlangsung setiap hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tausiyah dilaksanakan secara rutin setelah salat Subuh dan bakda Zuhur dengan ustaz yang hadir secara bergantian. Namun, ada beberapa hari tertentu yang tidak diisi kajian, seperti Jumat dan Minggu untuk jadwal tertentu.
“Selain itu, tausiyah tetap berjalan setiap hari dengan penceramah yang bergantian,” katanya.
Iktikaf 10 Malam Terakhir
Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, Masjid Aljihad menggelar kegiatan iktikaf yang terbuka bagi seluruh jamaah. Pengurus masjid bahkan bersiaga selama 24 jam untuk melayani jamaah yang ingin beribadah.
Pada malam-malam ganjil, panitia menyiapkan rangkaian kegiatan khusus yang dimulai dengan ceramah dan tausiyah sekitar pukul 23.00 hingga 24.00 WIB, dilanjutkan muhasabah hingga pukul 01.00 WIB.
Setelah waktu istirahat, jamaah kembali dibangunkan sekitar pukul 03.00 WIB untuk melaksanakan salat tahajud, kemudian sahur bersama dan dilanjutkan salat Subuh serta tausiyah pagi.
“Jamaah boleh datang siapa saja. Bahkan ada beberapa jamaah yang memilih tinggal penuh selama 10 hari terakhir untuk iktikaf, walau jumlahnya tidak banyak, biasanya sekitar satu sampai lima orang,” jelasnya.
Setiap hari, Masjid Aljihad menyediakan sekitar 700 hingga 1.000 porsi makanan berbuka puasa bagi jamaah. Antusiasme masyarakat disebut cukup tinggi karena kegiatan buka bersama dinilai mampu menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hangat dan kebersamaan.
Namun demikian, Sahputra mengakui tahun ini pihak masjid menghadapi tantangan pendanaan akibat kondisi ekonomi yang menurun.
“Kadang kami kesulitan dalam dana. Biasanya bisa menyediakan nasi untuk semua, tapi sekarang mungkin yang datang lebih awal dapat nasi, sementara yang datang belakangan kami sediakan bubur kacang hijau,” ujarnya.
Meski begitu, takjil tetap tersedia setiap hari berkat dukungan donatur dan masyarakat yang turut menyumbangkan makanan berbuka.
“Takjil tetap ada, termasuk bubur kacang hijau yang selalu kami siapkan,” pungkasnya.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Selama Ramadan, Polrestabes Medan Catat Angka Kriminal Jalanan Turun 14 Persen |
|
|---|
| Sejarah Masjid Al-Ghaudiyah Medan yang Namanya Diambil dari Perkampungan di Negara Iran |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah 28 Ramadan 2026 Kota Medan: Waktu Sahur dan Buka Puasa 18 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Sidang Isbat Menetapkan 1 Syawal Idul Fitri 1447 H, Disiarkan Langsung Kementerian Agama |
|
|---|
| Kisah Hidup Eko Sopianto, Tobat dari Dunia Hitam dan Kini Miliki Sekolah Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-Masjid-Aljihad-Medan-yang-menjadi-pusat-kegiatan-ibadah-selama.jpg)