Ramadan

7 Syarat Sah Puasa Ramadan yang Wajib Diketahui oleh Umat Islam

Ibadah puasa Ramadan adalah sebuah kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap muslim yang beriman dan berakal.

Editor: Array A Argus
Pinterest
BERBUKA PUASA- Ilustrasi umat muslim saat menunggu datangnya waktu berbuka puasa. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Tribunners, ulasan kali ini akan menyuguhkan artikel tentang syarat sah puasa Ramadan.

Dalam Alquran, puasa Ramadhan itu merupakan sebuah kewajiban.

Perintah agar umat umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan itu tertuang dalam Surah Al Baqarah ayat 187.

Baca juga: Resep Nasi Bakar Teri untuk Menu Buka Puasa yang Mengenyangkan

SAHUR- Ilustrasi sebuah keluarga saat melaksanakan sahur Ramadan dalam suasana yang hangat.
SAHUR- Ilustrasi sebuah keluarga saat melaksanakan sahur Ramadan dalam suasana yang hangat. (Pinterest/Wafanoorweb)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yā ayyuhallażīna āmanū kutiba ‘alaikumush-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menjadi landasan utama kewajiban puasa bagi umat Islam.

Baca juga: 5 Makanan Kesukaan Rasulullah saat Bulan Puasa, Cocok Diamalkan Waktu Sahur dan Berbuka

Syarat sah puasa

Sebelum memulai puasa ramadan, Anda harus memenuhi syarat wajib puasa. Sebagai berikut :

1. Muslim

Menurut hukum Islam, puasa hanya diwajibkan bagi umat Islam. Non-Muslim tidak diwajibkan untuk berpuasa.

SAHUR- Ilustrasi pelaksanaan sahur Ramadan dengan beragam sajian menu di meja makan.
SAHUR- Ilustrasi pelaksanaan sahur Ramadan dengan beragam sajian menu di meja makan. (Pinterest/pngtree)

2. Baligh

Baligh berarti cukup umur. Bagi laki-laki, baligh ditandai dengan mimpi basah, dan bagi perempuan ditandai dengan haid.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Baca Niat Puasa Ramadan, Sebelum atau Sesudah Sahur?

3. Kuat dan mampu berpuasa

Jika seseorang sakit dan tidak mampu berpuasa, maka diperbolehkan untuk berbuka, namun wajib mengganti puasanya (qadha) di hari lain di luar bulan Ramadhan.

4. Berakal

Orang gila, pingsan, atau mabuk tidak diwajibkan berpuasa di bulan Ramadan.

Baca juga: Menggoda Selera, Resep Oseng Daging Sapi Sereh Limo Siap Disantap saat Sahur Ramadan

5. Tidak dalam perjalanan jauh

Syarat lainnya adalah tidak sedang dalam perjalanan. Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185 telah disebutkan sebagai berikut:

شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved