PDI Perjuangan Sumut
Jauh di Pelosok Toba, Ketua PDIP Sumut Temui Warga Sibuntuon Kawal Sengketa Hutan & Perbaikan Jalan
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon (tengah) berdialog dengan warga saat kunjungan ke Desa Sibuntuon
TRIBUN-MEDAN.COM, TOBA-Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, mengunjungi Desa Sibuntuon, Kecamatan Habornas, Kabupaten Toba, Kamis (30/04/2026).
Desa ini dikenal sebagai salah satu wilayah paling terpencil di Kabupaten Toba, dengan akses jalan yang panjang, berliku, dan sebagian rusak.
Perjalanan menuju desa tersebut memakan waktu beberapa jam dari Balige. Rapidin datang didampingi Ketua Komisi B DPRD Sumut Sorta Ertary Siahaan serta Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDIP Sumut Sutrisno Pangaribuan.
Pertemuan digelar sederhana di halaman rumah warga. Meski demikian, ratusan masyarakat dari tujuh desa sekitar hadir untuk menyampaikan keluhan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari persoalan klaim kawasan hutan, rumah tidak layak huni, hingga infrastruktur jalan yang rusak.
Kepala Desa Sibuntuon, Sarto Tampubolon, mengatakan persoalan status kawasan hutan telah lama menjadi hambatan utama masyarakat.
Menurut dia, sebagian lahan yang selama ini dikelola warga untuk bertani masuk dalam klaim kawasan hutan negara, sehingga warga merasa waswas mengembangkan usaha pertanian.
“Masalah kehutanan ini sudah bertahun-tahun. Masyarakat takut mengolah lahan, padahal harga kopi sedang bagus. Kami butuh kepastian agar bisa bertani dengan tenang,” kata Sarto.
Selain itu, kata dia, kondisi rumah warga juga memprihatinkan. Masih ditemukan rumah dengan atap darurat, bahkan sebagian menggunakan plastik untuk menahan hujan.
“Masih banyak rumah tidak layak huni. Ada yang atapnya pakai plastik. Kami sangat berharap program bedah rumah,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari Kepala Desa tetangga, Matio Silaen. Ia menyoroti kondisi jalan penghubung Lumban Balik menuju Sibuntuon yang hingga kini belum tuntas.
Menurut dia, jalan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
“Jalan ini jalan kabupaten. Kalau aksesnya baik, ekonomi masyarakat juga bergerak,” ujarnya.
Tokoh adat Sibuntuon, Oppu Belly Hutapea, menyebut kerusakan jalan paling terasa saat musim hujan.
Jalan berlumpur membuat anak-anak sekolah kerap tergelincir, sementara kendaraan pengangkut hasil pertanian sulit keluar masuk desa.
“Anak sekolah kasihan, sering jatuh saat hujan. Petani juga kesulitan membawa hasil panen keluar,” kata Belly.
Menanggapi aspirasi warga, Sorta Ertary Siahaan mengatakan persoalan lahan masyarakat yang masuk kawasan hutan dapat diperjuangkan melalui skema reforma agraria maupun pelepasan kawasan tertentu, seperti pengalaman di sejumlah wilayah Kabupaten Samosir.
“Tidak semua lahan bisa dibebaskan karena ada pertimbangan kontur dan mitigasi bencana. Tapi sepanjang memungkinkan, ini akan kita kawal bersama,” ujar Sorta.
Rapidin Simbolon menyatakan pihaknya akan membantu mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang disampaikan warga.
Untuk perbaikan jalan, ia meminta pemerintah desa menyiapkan proposal resmi agar dapat diteruskan ke kementerian terkait.
“Buat proposal resmi, satu pintu lewat kepala desa. Nanti akan kita perjuangkan ke kementerian supaya ada tindak lanjut,” kata Rapidin.
Ia juga menjanjikan bantuan 21 unit program bedah rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), meski usulan awal desa mencapai 30 unit.
“Saya upayakan dulu 21 rumah agar bisa segera berjalan,” ujarnya.
Selain itu, Rapidin membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa berprestasi asal desa tersebut yang sedang kuliah di Sumatera Utara.
Bantuan itu, kata dia, diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan.
“Silakan data anak-anak yang berprestasi. Akan kita usahakan beasiswa dan bantuan uang saku,” katanya.
Dalam kunjungan itu, Rapidin juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga berupa beras, gula, susu, dan kebutuhan pokok lainnya. Kegiatan ditutup dengan makan bersama masyarakat.
Bagi warga Sibuntuon, kunjungan itu bukan sekadar agenda serap aspirasi. Di wilayah yang masih bergulat dengan keterisolasian, kehadiran pejabat yang datang langsung ke desa dinilai menjadi ruang untuk menyampaikan masalah yang selama ini jarang terdengar keluar.
"Ini benar-benar berharga bagi kami, kami tak pernah menyangka Bapak Rapidin datang memperhatikan kami yang jauh di pelosok ini,"ujar Oppu Belly.(Jun-tribun-medan.com).
Pimpin PDI Perjuangan Sumut
Dipercaya Megawati Pimpin PDI Perjuangan Sumut
Nakhoda PDI Perjuangan Sumut
| PDIP Komisi XIII DPR RI Terima Keluhan Ibu-ibu Motung yang Desak MBG Dialihkan Jadi Bantuan Tunai |
|
|---|
| Serap Aspirasi Warga Motung, Ketua PDIP Sumut Bawa Sembako dan Segera Bangun Sumur Bor |
|
|---|
| Ketua DPD PDIP Sumut Berikan Petani Tanjungan Terima Benih Jagung P-32, Dukung Traktor dan Jalan |
|
|---|
| Ketua DPD PDIP Sumut Salurkan Sembako Partai untuk Petani Garoga yang Krisis Air dan Gagal Panen |
|
|---|
| Ketua DPD PDIP Sumut Kembali Bagikan Benih P-32, Petani Marlumba Samosir: Tanaman Kami Berhasil Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/beasiswa-bagi-mahasiswa-berprestasi-asal-wilayah-tersebut.jpg)