Sat Brimob Polda Sumut

Banjir Bandang Tak Menghentikan Sekolah, Brimob Antar Anak-anak Batang Toru

Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menjemput dan mengantar anak-anak sekolah di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru.

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN
Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menjemput dan mengantar anak-anak sekolah di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (7/1/2025), menyusul terputusnya akses transportasi akibat banjir bandang dan tanah longsor. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPANULI SELATAN-Banjir bandang dan longsor yang menerjang kawasan Tapanuli Bagian Selatan tak hanya merusak rumah dan jalan, tetapi juga mengancam keberlanjutan pendidikan anak-anak.

Di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, akses transportasi yang lumpuh membuat sebagian siswa kesulitan berangkat ke sekolah.

Rabu pagi (7/1/2026), Satuan Brimob Polda Sumatera Utara turun tangan.

Empat personel dari Posko Utama Garoga menjemput dan mengantar anak-anak sekolah dari rumah masing-masing menuju sekolah mereka.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas belum pulihnya sarana transportasi umum akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Dipimpin Briptu Ridho Ganda Manurung, personel Brimob menyusuri jalur yang terdampak untuk memastikan anak-anak tiba dengan selamat.

Bagi warga, kehadiran aparat berseragam loreng hitam di pagi hari itu bukan sekadar bantuan logistik, melainkan jaminan bahwa negara hadir dalam situasi genting.

Komandan Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut, Komisaris Polisi Zaenal Muhlisin, menegaskan bahwa pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti oleh bencana.

“Dalam kondisi darurat, kami ingin memastikan hak dasar anak tetap terpenuhi. Akses boleh terputus, tapi sekolah tidak,” ujarnya.

Menurut Zaenal, misi kemanusiaan Brimob tak berhenti pada penanganan fisik pascabencana.

Pendampingan sosial, rasa aman, dan dukungan moril bagi warga terdampak menjadi bagian penting dari upaya pemulihan.

“Kami ingin masyarakat, terutama anak-anak, tetap memiliki harapan dan rutinitas di tengah situasi sulit,” katanya.

Bagi anak-anak di Garoga, perjalanan ke sekolah hari itu mungkin terasa berbeda.

Namun, di balik tumpangan kendaraan Brimob, terselip pesan sederhana masa depan mereka tetap diperjuangkan, bahkan di tengah lumpur dan puing bencana.(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved