Polres Padangsidimpuan

Polwan Hadir Menguatkan Anak-anak Korban Bencana di Batang Toru

Polwan Polres Padangsidimpuan melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana alam di Desa Batuhoring

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/IST
Polisi wanita Polres Padangsidimpuan mengajak anak-anak korban bencana alam bermain dan menggambar saat kegiatan trauma healing di Desa Batuhoring dan Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Minggu (7/12/2025). Kegiatan ini bertujuan memulihkan kondisi psikologis anak pascabencana. 

TRIBUN-MEDAN.COM, PADANGSIDIMPUAN-Di tengah duka dan ketakutan yang masih membekas pascabencana alam, sekelompok polisi wanita (Polwan) Polres Padangsidimpuan memilih datang dengan cara berbeda tanpa senjata, tanpa perintah tegas, melainkan dengan permainan, senyum, dan kesabaran mendengar.

Minggu (7/12/2025), Polwan Polres Padangsidimpuan melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana alam di Desa Batuhoring dan Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari bakti sosial Polres Padangsidimpuan bersama tim relawan untuk membantu pemulihan psikologis warga terdampak.

Sejak pukul 11.30 WIB di Desa Batuhoring, anak-anak diajak bermain, bernyanyi, menggambar, dan berinteraksi dalam suasana yang sengaja diciptakan hangat dan aman.

Sore harinya, kegiatan serupa dilanjutkan di Desa Huta Godang pada pukul 17.30 WIB. Perlahan, wajah-wajah yang semula murung mulai menunjukkan senyum.

Trauma healing ini ditujukan untuk membantu anak-anak meredakan ketakutan dan tekanan psikologis akibat bencana, sekaligus memulihkan rasa aman yang sempat hilang.

Bagi anak-anak, momen sederhana seperti bermain bersama menjadi langkah awal untuk kembali merasa normal.

Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dr. Wira Prayayna, S.H., S.I.K., M.H, menyatakan bahwa mengatakan pendampingan psikososial merupakan bagian penting dari penanganan bencana.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu anak-anak mengatasi trauma dan kembali menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik,” ujarnya.

Kehadiran Polwan di tengah anak-anak itu menjadi pengingat bahwa peran kepolisian tidak berhenti pada pengamanan wilayah. Dalam situasi bencana, polisi juga hadir sebagai pendamping membantu memulihkan luka yang tidak selalu terlihat oleh mata.(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved