Polda Sumut
Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Turun ke Lapangan, Salurkan Beras untuk Korban Bencana Tapteng
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto bersama Pangdam I/BB meninjau tumpukan beras bantuan di Gudang Bulog
Penulis: Abdan Syakuro | Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN-MEDAN.COM, Pandan-Di Gudang Bulog Pandan, Minggu sore yang lembab itu terasa berbeda. Truk bantuan keluar-masuk tanpa henti, sementara warga berbaris rapi di halaman, menanti sesuatu yang bagi sebagian dari mereka kini sama nilainya dengan harapan: beras.
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, bersama Pangdam I/Bukit Barisan, turun langsung memimpin penyaluran bantuan. Dua pucuk pimpinan TNI–Polri itu berdiri di antara tumpukan karung beras, memastikan satu hal: negara hadir, tanpa jeda.
Bencana banjir dan longsor yang memutus akses di banyak titik membuat distribusi logistik tak sesederhana mengangkut barang dari gudang ke desa. Sebagian wilayah hanya dapat dijangkau dengan perahu karet, sebagian lain masih menunggu helikopter ketika cuaca mengizinkan. Namun sore itu, ratusan karung beras akhirnya berpindah tangan.
“Ini bukan sekadar distribusi logistik,” ujar Kapolda Whisnu, “tapi bentuk komitmen negara memastikan semua masyarakat, tanpa kecuali, mendapatkan dukungan.”
Whisnu menyebut pengiriman bantuan akan terus berlangsung melalui jalur udara, darat, dan laut, menyesuaikan kondisi akses yang terus berubah. “Ini adalah kehadiran negara,” katanya lagi, menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini belum akan berhenti.
Di sisi lain, Pangdam I/BB memastikan prajurit TNI dikerahkan hingga ke rumah-rumah warga di titik yang masih terisolasi. Tugas mereka tidak hanya menjaga keamanan distribusi, tetapi juga mengangkut logistik secara manual ketika kendaraan tak lagi bisa lewat.
Sinergi TNI–Polri terasa nyata di lapangan hari itu. Satu mengatur jalur, satu lagi mengangkat karung. Sementara di kejauhan, seorang prajurit terlihat menenangkan seorang ibu yang mengucurkan air mata setelah menerima satu karung beras mungkin karung pertama yang ia lihat sejak dapurnya ditelan lumpur.
“Penyaluran ini harus tertib dan tepat sasaran,” kata Kapolda Whisnu. “Ini langkah terbaik yang bisa kami berikan untuk masyarakat.”
Di tengah ruang gudang yang dipenuhi suara langkah dan gesekan karung, terpancar sesuatu yang tak kasat mata semangat warga Tapteng untuk terus bertahan, dibantu tangan-tangan yang datang bukan sekadar membawa logistik, tetapi juga penguatan batin.(Jun-tribun-medan.com).
| Brimob Sumut Perkuat Pengamanan Paskah, Gunungsitoli Tetap Kondusif |
|
|---|
| Polri Sigap Bantu Pengunjung Wisata Alami Ban Bocor di Jalur Pantai Cermin |
|
|---|
| Judi Online di Medan Raup Omzet Diduga Rp7 Miliar, Polda Sumut Sita Puluhan Perangkat dan Rekening |
|
|---|
| Promosi Masif dari Apartemen, Polisi Ungkap Pola Terstruktur Judi Online Jaringan Kamboja |
|
|---|
| Polda Sumut Bongkar Judi Online Jaringan Kamboja, 19 Orang Ditangkap di Medan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sebagian-dari-mereka-berasal-dari-wilayah-yang-aksesnya-masih-terputus-akibat-bencana.jpg)