Pakpak Bharat

Marga Berutu Menanda Tahun: Tradisi Pakpak yang Menyatukan Alam, Adat, dan Kebersamaan

Masyarakat Marga Berutu Lebbuh Kuta Kersik kembali melaksanakan ritual adat Menanda Tahun 2026.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Diskominfo Pakpak Bharat
MENANDA TAHUN: Masyarakat Marga Berutu Lebbuh Kuta Kersik kembali melaksanakan ritual adat Menanda Tahun, Jumat (6/3/2026), sebuah tradisi sakral yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Pakpak. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Di tengah hamparan tanah subur Kabupaten Pakpak Bharat, masyarakat Marga Berutu Lebbuh Kuta Kersik kembali melaksanakan ritual adat Menanda Tahun, Jumat (6/3/2026), sebuah tradisi sakral yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Pakpak.

Upacara ini bukan sekadar simbol budaya, melainkan juga wujud doa, harapan, dan kebersamaan yang menyatukan manusia dengan alam.

Menanda Tahun adalah ritual budaya yang digelar sekali setahun menjelang musim tanam.

Tujuannya jelas: "memohon izin dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus menjaga keseimbangan alam agar hasil perladangan melimpah".

Tradisi ini juga menjadi sarana masyarakat untuk membaca tanda-tanda alam melalui perantara seekor ayam yang dipotong dan dibedah.

Tetua adat atau sibaso kemudian menafsirkan pesan yang muncul dari ritual tersebut.

Dari sinilah masyarakat memperoleh petunjuk tentang jenis tanaman yang sebaiknya ditanam, larangan yang harus dihindari, serta pantangan yang perlu dijaga.

Dengan demikian, Menanda Tahun bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga sistem pengetahuan lokal yang mengatur pola tanam, menjaga lingkungan, dan memperkuat solidaritas sosial.

MENANDA TAHUN: Masyarakat Marga Berutu Lebbuh Kuta Kersik kembali melaksanakan ritual adat Menanda Tahun, Jumat (6/3/2026), sebuah tradisi sakral yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Pakpak.
MENANDA TAHUN: Masyarakat Marga Berutu Lebbuh Kuta Kersik kembali melaksanakan ritual adat Menanda Tahun, Jumat (6/3/2026), sebuah tradisi sakral yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Pakpak. (TRIBUN MEDAN/Diskominfo Pakpak Bharat)

Petunjuk Tahun Ini: Page Mbentar

Dalam pelaksanaan tahun ini, hasil tafsir ritual menetapkan bahwa masyarakat menanam page mbentar (padi putih).

Keputusan ini disampaikan oleh Esmer Berutu sebagai persinabul, didampingi ketua panitia Asli Berutu.

Hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah adanya kegiatan menanam padi bersama seusai ritual.

Para undangan, masyarakat, dan tokoh adat langsung turun ke sawah di lokasi upacara, menanam page mbentar secara serentak.

Kebersamaan ini memperkuat makna gotong royong, sekaligus menjadi simbol nyata bahwa adat dan praktik pertanian berjalan beriringan.

MENANDA TAHUN: Masyarakat Marga Berutu Lebbuh Kuta Kersik kembali melaksanakan ritual adat Menanda Tahun, Jumat (6/3/2026), sebuah tradisi sakral yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Pakpak.
MENANDA TAHUN: Masyarakat Marga Berutu Lebbuh Kuta Kersik kembali melaksanakan ritual adat Menanda Tahun, Jumat (6/3/2026), sebuah tradisi sakral yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Pakpak. (TRIBUN MEDAN/DISKOMINFO PAKPAK BHARAT)

Dukungan Pemerintah

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved