Pakpak Bharat

Ritual Adat Menanda Tahun Lebbuh Sinamo: Upacara Sakral sebagai Benteng Pelestarian Budaya dan Alam

Ritual Adat Menanda Tahun Lebbuh Sinamo merupakan salah satu tradisi sakral yang dijalankan oleh Marga Sinamo

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/DISKOMINFO PAKPAK BHARAT
Ritual Adat Menanda Tahun Lebbuh Sinamo merupakan salah satu tradisi sakral yang dijalankan oleh Marga Sinamo, khususnya yang berasal dari Desa Prongil dan Silima Kuta. Upacara ini dilaksanakan di Pncinaren, sebuah bukit kecil yang asri di Desa Silima Kuta, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Sabtu (21/2/2026), yang dianggap sebagai tempat suci dan bersejarah bagi masyarakat adat Marga Sinamo. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ritual Adat Menanda Tahun Lebbuh Sinamo merupakan salah satu tradisi sakral yang dijalankan oleh Marga Sinamo, khususnya yang berasal dari Desa Prongil dan Silima Kuta.

Upacara ini dilaksanakan di Pncinaren, sebuah bukit kecil yang asri di Desa Silima Kuta, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Sabtu (21/2/2026), yang dianggap sebagai tempat suci dan bersejarah bagi masyarakat adat Marga Sinamo.

Pncinaren bukan hanya sebuah lokasi, melainkan simbol penting dalam sejarah dan budaya Marga Sinamo.

Konon, di tempat inilah "Mpung Sinamo" pertama kali tiba dari Sicike-Cike, asal muasal dari Sipitu Marga, termasuk Marga Sinamo.

Di sini pula Mpung Sinamo menjemur "mncinar" emas miliknya dan bertemu dengan Marga Solin, yang kemudian memberinya sebidang tanah luas sebagai kawasan permukiman.

Upacara Menanda Tahun sendiri merupakan ritual tahunan yang dilaksanakan menjelang musim tanam.

Tujuan utama dari upacara ini adalah memohon izin dan keberkahan dari penguasa alam agar usaha perladangan dapat berhasil dengan baik.

Selain itu, ritual ini juga menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam, serta memperkuat ikatan spiritual dengan leluhur.

Ritual Adat Menanda Tahun Lebbuh Sinamo
Ritual Adat Menanda Tahun Lebbuh Sinamo merupakan salah satu tradisi sakral yang dijalankan oleh Marga Sinamo, khususnya yang berasal dari Desa Prongil dan Silima Kuta. Upacara ini dilaksanakan di Pncinaren, sebuah bukit kecil yang asri di Desa Silima Kuta, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Sabtu (21/2/2026), yang dianggap sebagai tempat suci dan bersejarah bagi masyarakat adat Marga Sinamo.

Proses dan Tata Cara Upacara

Salah satu momen penting dalam upacara ini adalah ketika seekor ayam disembelih dan diperiksa bagian-bagian tertentu oleh seorang tetua adat.

Dari proses pembedahan ayam tersebut, tetua adat membaca tanda-tanda yang menjadi petunjuk mengenai jenis tanaman yang baik untuk ditanam pada tahun tersebut, pantangan dan larangan yang harus dihindari, serta arah rezeki yang diyakini akan diperoleh.

Proses ini bukan sekadar ritual, melainkan sebuah komunikasi spiritual yang menghubungkan manusia dengan roh leluhur dan penguasa alam.

Dengan demikian, Menanda Tahun menjadi simbol harmoni dan keseimbangan antara manusia, alam, dan dunia roh.

Dukungan Pemerintah dan Pelestarian Budaya

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Pariwisata memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan upacara Menanda Tahun ini.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved