TRIBUN WIKI
Bulu Cina, Desa dengan Nama Unik di Deli Serdang Kawasan Perkebunan Tembakau Nusantara
Bulu Cina adalah desa di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
TRIBUN-MEDAN.COM,- Masyarakat di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, Deli Serdang dan Binjai pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Bulu Cina.
Sepintas, nama ini terdengar unik dan mengundang tanya bagi mereka yang baru pertama kali mendengarnya.
Maklum saja, karena memang Bulu Cina tidak setenar wilayah lain di sekitar Medan dan Deli Serdang.
Tapi siapa sangka, bahwa Bulu Cina ini adalah wilayah yang menyimpan berbagai sejarah di masa lampau.
Baca juga: Asal Usul Hamparan Perak Cikal Bakal Pemerintahan Adat Kesultanan Deli
Bulu Cina merupakan desa di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Namanya yang unik langsung melekat diingatakan, ketika kita membahas kawasan ini.
Yang sering jadi pertanyaan masyarakat adalah kenapa nama desa itu diberi nama Bulu Cina?
Apakah di sana banyak orang-orang berbulu yang kemudian bersuku Cina?
Jawabannya tidak benar, dan tidak juga salah.
Baca juga: RSU Ibu Kartini Kisaran: Jejak Kolonial Belanda di Asahan
Untuk melihat lebih lanjut asal usul nama Bulu Cina, Tribun-medan.com sudah merangkumnya dari berbagai sumber yang valid.
Harapannya, informasi ini bisa jadi referensi masyarakat dan pengetahuan baru bagi mereka yang belum pernah mendengar tentang Bulu Cina.
Desa Tua di Kawasan Hamparan Perak
Pada masa lampau, Bulu Cina ini masuk dalam kawasan Urung Sepuluh Dua Kuta yang dipimpun Datuk Setia Raja.
Datuk Setia Raja adalah bagian dari Kesultanan Deli.
Baca juga: 5 Gedung Bersejarah di Medan, Peninggalan Kolonial Belanda, Jadi Saksi Bisu Sejarah
Menurut kajian sejarah mengenai pemerintahan adat Kesultanan Deli yang ditulis oleh John G. Perret dan Anthony Reid, kawasan Hamparan Perak telah berkembang sebagai daerah permukiman dan pertanian sejak berabad-abad lalu.
Letaknya yang berada di dataran rendah dekat pesisir Selat Malaka menjadikan kawasan ini mudah diakses melalui sungai-sungai besar, terutama Sungai Deli dan Sungai Belawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bulu-Cina-dan-kelentengnya.jpg)