Berita Viral
Diciduk Polisi, Komplotan Begal Bersenjata Dipimpin Kapten Dalangi Aksi Rampas Motor
AKBP Ridwan JM Hutagaol mengatakan, para pelaku dipimpin oleh Rinaldi, alias Kapten, karena berperan sebagai kapten atau otak pelaku.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut menangkap komplotan begal yang beraksi di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Tujuh orang pelaku bernama, Rinaldi alias Inal (28) warga Lingkungan II Pasar II Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, serta Eka Saputra alias Eka (46) warga Dusun VI A Jalan Rahmat Pasar IX Desa Manunggal, Kecamatan Medan Labuhan, Kabupaten Deli Serdang.
Kemudian, Muhammad Rizal (18), warga Jalan Kapten Rahmad Budin, Gang Volly Paya Pasir Medan Marelan, Kota Medan.
Keempat, Farhan Maulana (19), alamat Jalan Marelan III, Pasar III Barat, Perumnas Dena Asri Residence II, Terjun, Kecamatan Medan Marelan Kota Medan.
Ramadhan alias Rama (19), warga Lingkungan III, Pasar II Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Alhdy Syahputra alias Aldi (19), warga Jalan Sani Muntholip, Gang M Naser Terjun, Kecamatan Medan Marelan Kota Medan.
Lalu yang terakhir, Usman Lubis (40), alamat Jalan Marelan IX Lingkungan VII Gang Melati Tanah Enam, Kecamatan Medan Marelan Kota Medan.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, AKBP Ridwan JM Hutagaol mengatakan, para pelaku dipimpin oleh Rinaldi, alias Kapten, karena berperan sebagai kapten atau otak pelaku.
Mereka sudah beraksi kurang lebih sebanyak 7 kali merampok sepeda motor warga.
"Untuk mereka ini sudah ada tujuh kali melakukan tindak pidana di wilayah Sumatera Utara. Dan pelaku-pelaku ini ditangkap di tempat berbeda semua,"kata Wadirkrimum Polda Sumut, AKBP Ridwan JM Hutagaol, Selasa (30/6/2026).
Polisi membeberkan, para pelaku yang sudah ditangkap merupakan begal sadis.
Mereka berkeliling yang wilayahnya sepi dari masyarakat.
Saat beraksi, mereka membawa senjata tajam, dan juga pistol mainan untuk menakut-nakuti korban.
Begitu melihat calon targetnya berkendara seorang diri, mereka langsung memepet, sambil meletakkan senjata tajam ke leher korban.
Karena takut, para korban terpaksa merelakan motornya.
"Kemudian satu pucuk senjata mainan untuk menakut-nakuti para korban, kami amankan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Begal-di-medan-Ilustrasi-begal.jpg)