Berita Viral
Kritik Latsarmil, 5 Calon Manajer Meninggal, Sturman Panjaitan: Judulnya Saja Militer Bukan Usaha
Lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih meninggal dalam Latihan Dasar Militer (Latsarmil)
TRIBUN-MEDAN.com - Lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih meninggal dalam Latihan Dasar Militer (Latsarmil).
Meski banjir kritik Latsarmil masih tetap dilanjutkan.
Lima peserta Latsamil meninggal hanya dalam kurun 2 pekan pelaksanaan latsarmil.
5 Calon manajer Koperasi Merah Putih tersebut yakni
- Anisa Muyassaroh
- Yonanda Muhammad Taufiq
- Novia Rahmadhani Sihotang asal Padangsidimpuan, Sumatra Utara (Sumut).
- Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.
- Nola Diasari
Tidak sama Kebutuhan untuk Militer
Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, menilai skema pembekalan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih perlu dievaluasi secara menyeluruh menyusul jatuhnya korban jiwa dalam program pelatihan tersebut.
Sturman menegaskan materi pelatihan bagi calon manajer koperasi tidak dapat disamakan dengan latihan dasar militer karena tujuan, karakter, dan kebutuhan peserta sangat berbeda.
"Latsarmil itu latihan dasar militer. Judulnya saja untuk militer, bukan untuk usaha. Artinya kita harus melihat secara cermat. Tidak sama kebutuhan untuk militer dengan kepada swasta atau kepada manajer," kata Sturman kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan peserta pendidikan militer pada umumnya telah melalui proses seleksi yang ketat sebelum menjalani pelatihan.
Mereka telah memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari kemampuan fisik hingga aspek intelegensi.
Karena itu, menurutnya, pendekatan pelatihan yang diterapkan kepada calon prajurit tidak bisa begitu saja diterapkan kepada calon manajer koperasi.
"Untuk militer, sebelum mereka dilatih sudah punya kriteria, punya ketetapan, kemampuan fisik, dan intelegensi yang sudah diukur. Jadi tidak bisa serta-merta paket latihan dasar militer dipindahkan ke paket untuk manajer," kata dia.
Sturman menilai apabila unsur-unsur pelatihan militer tetap dianggap perlu dimasukkan dalam pembekalan calon manajer Kopdes, maka materi tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan koperasi dan kepemimpinan organisasi.
Menurutnya, penyelenggara tidak bisa mengadopsi seluruh paket latihan dasar militer secara utuh.
"Kalau mau dipakai, harus dipilah dan dipilih mana yang cocok. Sekarang ini latihan dasar itu untuk apa? Tentu berbeda dengan kebutuhan seorang manajer," ujarnya.
Legislator dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau itu menekankan pembekalan calon manajer koperasi seharusnya lebih berfokus pada peningkatan kapasitas pengelolaan usaha, kemampuan manajerial, serta kepemimpinan organisasi.
Dengan demikian, tujuan program dapat tercapai tanpa mengesampingkan aspek keselamatan peserta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Novia-sihotang-calon-manejer-koperasi-merah-putih-meninggal.jpg)