Pertamax Potensi Turun di Juli 2026, Pemerintah Bakal Sesuaikan Tarif BBM? Bahlil Minta Warga Sabar
pemerintah dan Pertamina belum menunjukkan langkah cepat untuk segera menurunkan harga BBM tersebut di tingkat konsumen.
TRIBUN-MEDAN.com - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dikabarkan akan mengalami penurunan di tengah meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
BBM jenis Pertamax RON 92 paling mencuat sebagai pembahasan sejak awal Juli 2026.
Sejumlah ekonom menilai peluang tersebut terbuka seiring tren harga minyak dunia yang mulai melandai dalam beberapa waktu terakhir.
Penurunan ini disebut terjadi karena meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya sempat mendorong lonjakan harga energi global.
Meski demikian, pemerintah dan Pertamina belum menunjukkan langkah cepat untuk segera menurunkan harga BBM tersebut di tingkat konsumen.
Baca juga: NADIEM Divonis 10 Tahun Penjara, Masih Berpeluang Dianulir Lewat 3 Langkah Hukum
Saat ini, harga Pertamax tercatat berada di kisaran Rp16.250 per liter, setelah sebelumnya berada di level Rp12.300 per liter.
Situasi ini membuat publik menunggu kepastian apakah akan ada penyesuaian harga dalam waktu dekat atau tidak.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kebijakan harga BBM.
Ia menegaskan bahwa penentuan harga tidak bisa hanya dilihat dari kenaikan sesaat di pasar global.
Baca juga: Ihwan Ritonga Desak Polisi Bongkar Kasus Oplos Bio Solar ke Dexlite: Jangan Sopir dan Operator Saja
"Kita lihat saja, teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan.
Masa baru naik dua minggu atau tiga minggu? teman-teman sudah tanya itu," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip dari Kontan, Selasa (30/6/2026).
Di sisi lain, pergerakan harga minyak dunia menunjukkan tren pelemahan yang menjadi sorotan pelaku pasar energi.
Harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Agustus turun 75 sen atau 1,03 persen menjadi US$72,40 per barel.
Sementara itu, kontrak Brent September yang lebih aktif diperdagangkan juga melemah 40 sen atau 0,54 persen menjadi US$73,51 per barel.
Baca juga: Polisi Ringkus 2 Tersangka Curanmor di Kos-kosan Kota Binjai, Satu Pelaku Kakinya Ditembak
Kondisi ini menambah ruang spekulasi mengenai kemungkinan penyesuaian harga BBM di dalam negeri dalam waktu dekat.
| PERTAMINA Hentikan SPBU Gajah Mada Medan Usai Oplos Bio Solar ke Tangki Dexlite Selama 9 Bulan |
|
|---|
| TERBONGKAR Pengoplosan BBM di SPBU Gajah Mada Medan, Pertamina: Tidak Ada Toleransi Tindakan Pelaku |
|
|---|
| Pertamina Hentikan Operasional SPBU, Dukung Pengusutan Dugaan Penyelewengan BBM di Medan |
|
|---|
| Usai Stok BBM Solar Kosong di Medan, Pertamina Bakal Tambah Penyaluran Sampai ke Sibolgra |
|
|---|
| Daftar Harga BBM di Seluruh SPBU Pertamina 27 Juni 2026, Solar dan Pertalite Sempat Kosong di Medan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Panic-Buying-setelah-harga-pertamax-naik-di-Kabupaten-Asahan-dan-Tanjungbalai_.jpg)