Berita viral
Komnas HAM Minta Latsarmil Dihentikan Usai Lima Calon Manajer Kopdes Tewas, Dinilai tak Berkaitan
Komnas HAM menilai pelatihan dasar militer tidak berkaitan langsung dengan kompetensi yang dibutuhkan seorang manajer koperasi.
TRIBUN-MEDAN.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) minta program pembekalan dalam bentuk latihan dasar militer (Latsarmil) dihentikan.
Permintaan ini menyusul lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tewas.
Berdasarkan informasi Kementerian Pertahanan per 27 Juni 2026, kelima peserta meninggal akibat kondisi medis tertentu, yakni heat stroke, henti jantung (cardiac arrest), dan tuberkulosis.
Baca juga: REKAM Jejak Sondang Frishka Simanjuntak, Sebut Penganiayaan Wanita Oleh YTR Belum Masuk Standar PBB
Korban wafat tersebut adalah:
- Yonanda Mohamad Taufiq, saat pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja;
- Annisa Muyassaroh, saat pelatihan di Satdik Dodikjur Rindam VI / Mulawarman, Balikpapan;
- Novia Rahmadhani Sihotang, saat pelatihan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau;
- Muhammad Rifqi Renaldi pelatihan di Satdik Yon PARAKO 465
- Nola Diasari, saat pelatihan di Satdik C Kalimantan.
Pelatihan ini dinilai tak berkaitan dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.
Baca juga: MOTIF 3 Pemuda Disekap 3 Minggu, Kaki Diikat Baja dan Besi Rantai di Percetakan, Tak Diberi Makan
Komnas HAM menilai peningkatan kapasitas manajer koperasi seharusnya difokuskan pada penguatan kompetensi manajerial, kepemimpinan, tata kelola koperasi, dan literasi keuangan.
Lebih lanjut Komnas HAM merekomendasikan agar pemerintah menghentikan program tersebut.
"Agar pemerintah menghentikan program pembekalan dalam bentuk latihan dasar militer terhadap calon manager koperasi KDMP dan KNMP," kata Anggota Komnas HAM, Pramono Ubaid Tantowi dalam keterangannya, Minggu (28/06/2026).
Baca juga: Pernyataan Komnas Perempuan Buat Rieke Buka Suara, Hotman Paris Minta Sondang Simanjuntak Dipecat
"Mengingat koperasi merupakan institusi ekonomi yang berorientasi pada pengelolaan usaha, pelayanan kepada anggota, dan tata kelola organisasi," lanjutkannya.
Menurut Komnas HAM, Pelatihan dasar kemiliteran tidak secara langsung mendukung pencapaian kompetensi tersebut.
Apalagi dalam hal ini menimbulkan korban meninggal dunia dalam menjalankan Latsarmil tersebut."
Baca juga: Diskusi Potensi Wisata Kota Siantar yang Digelar IWO Hasilkan Banyak Gagasan Inovatif
Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, mengkritik keras terkait pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) setelah adanya lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang meninggal dunia.
Berkaca dari peristiwa pilu tersebut, Media meminta pemerintah untuk menjelaskan secara ilmiah terkait hubungan antara Latsarmil dengan tugas dari para calon setelah nantinya resmi menjadi manajer KDMP.
"Menurut saya ada satu pertanyaan yang lebih mendasar yaitu mengapa calon pengelola Kopdes Merah Putih ini harus mengikuti Latihan Dasar Militer? Itu pertanyaan yang harusnya dijawab terlebih dahulu."
Baca juga: Sosok Caddy Golf yang Viral Dihajar Pelanggan, Terungkap Hubungan Korban dan Pelaku
"Apa hubungannya push up dengan menyusun laporan keuangan? Apa hubungan halang rintang dengan mengawasi stok barang? Apa hubungan latihan tempur dengan melayani anggota koperasi," katanya, Minggu (28/6/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Latihan-militer-calon-manajer-Kopdes-Merah-Putih.jpg)