Berita Viral
Kemenhan Beri Santunan Rp 50 Juta Kematian Calon Manajer Kopdes, Sebut Murni Ada Penyakit Peserta
Pemerintah menegaskan bahwa insiden tragis tersebut bukan akibat tindakan kekerasan ataupun pola pendidikan ala militer tempur
TRIBUN-MEDAN.com - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban.
Duka mendalam menyelimuti pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Program yang digadang-gadang menjadi bagian dari penguatan karakter dan kepemimpinan itu kini menjadi sorotan tajam publik setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian pelatihan.
Pemerintah menegaskan bahwa insiden tragis tersebut bukan akibat tindakan kekerasan ataupun pola pendidikan ala militer tempur seperti yang ramai diperbincangkan di masyarakat.
Baca juga: Fakta-fakta Meninggalnya Dokter Icha, Sempat Tinggalkan Surat Wasiat hingga Kemenkes Turun Tangan
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga almarhum-almarhumah," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Ketut, sejak mengalami gangguan kesehatan, kelima peserta sudah mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan di satuan pendidikan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan lanjutan.
Ia menegaskan bahwa setiap peserta memiliki kondisi kesehatan dan karakteristik medis yang berbeda-beda sehingga proses penanganannya pun dilakukan secara khusus sesuai kebutuhan masing-masing.
Selain itu, Kemhan memastikan seluruh peserta telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti program latihan.
Baca juga: Rencana Prabowo Bidik 500 Sekolah Rakyat di 2029, 100 Titik Baru akan Dibangun Setiap Tahun
Santunan Rp 50 Juta untuk Keluarga Korban
Sebagai bentuk tanggung jawab negara, Kemhan memberikan santunan kepada keluarga lima peserta yang meninggal dunia.
"Ada santunan yang diberikan kepada keluarga yang bersangkutan langsung sampai pengantaran mulai dari proses di kejadian di tempat sampai dengan pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian kita sebagai penyelenggara khususnya sebagai representasi negara. Kita memberikan santunan ya setiap orang itu Rp 50 juta," kata Ketut.
Bantuan tersebut, kata dia, tidak hanya berupa uang santunan semata. Kemenhan juga melakukan pendampingan penuh sejak proses evakuasi korban, pengurusan jenazah, pemulangan ke daerah asal, hingga proses pemakaman selesai dilakukan.
Bahkan setelah pemakaman usai, komunikasi dengan keluarga korban disebut masih terus dijalankan.
"Tidak putus di sana, kita juga tetap melaksanakan komunikasi dengan keluarga yang ditinggalkan untuk koordinasi dan mengomunikasikan lebih lanjut," kata Ketut.
Baca juga: POLRES PALUTA Resmi Dibentuk, AKBP AKBP Dhery Fajariandono Jadi Kapolres Pertama
Bantah Ada Paksaan dan Pendidikan Ala Militer Tempur
Kemenhan Beri Santunan Rp 50 Juta
Calon Manajer Kopdes Murni Adanya Penyakit
Santunan Rp 50 Juta Kematian Calon Manajer Kopdes
| Fakta-fakta Meninggalnya Dokter Icha, Sempat Tinggalkan Surat Wasiat hingga Kemenkes Turun Tangan |
|
|---|
| NASIB 32 Ibu Hamil Calon Manajer Kopdes Merah Putih Dipulangkan, Tak Lanjutkan Proses Rekrutmen? |
|
|---|
| POLRES PALUTA Resmi Dibentuk, AKBP AKBP Dhery Fajariandono Jadi Kapolres Pertama |
|
|---|
| NEKAT Curi Emas Batangan di Pasar Horas Sore Hari, Pelaku Buron Tiga Pekan, Modus Mau Foto |
|
|---|
| WALIKOTA TANJUNGBALAI Mahyaruddin Salim Batubara Pecat 4 ASN: 3 PPPK dan 1 PNS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/CALON-MANAJER-KOPDES-Calon-manajer-Kopdes-Merah-Putih-Novia-Sihotang-dilaporkan.jpg)