Berita Internasional
Pernyataan Iran: Kesepakatan Damai dengan AS, Bukti Deklarasi Kekalahan Amerika
Pemerintah Iran bahkan menyebut hasil perundingan tersebut sebagai bukti kegagalan strategi tekanan
TRIBUN-MEDAN.com - Iran mengklaim kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah sebagai kemenangan diplomatik bagi Teheran.
Pemerintah Iran bahkan menyebut hasil perundingan tersebut sebagai bukti kegagalan strategi tekanan yang selama ini diterapkan Washington.
Pernyataan itu disampaikan kepala tim negosiasi Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, setelah berakhirnya perundingan tingkat tinggi yang berlangsung di Swiss.
Menurut dia, nota kesepahaman yang dicapai melalui mediasi Pakistan lahir dari keteguhan Iran dalam menghadapi tekanan politik dan militer dari AS.
Di tengah upaya merampungkan kesepakatan permanen, kedua negara sepakat membentuk mekanisme dekonflik guna meredakan pertempuran yang masih berlangsung di Lebanon.
Iran menilai stabilitas di Lebanon menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan perdamaian yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
“Kesepahaman Islamabad bukanlah hasil dari tekanan dan paksaan, melainkan hasil dari perlawanan dan otoritas bangsa Iran yang berani,” kata Ghalibaf, merujuk pada teks yang diselesaikan melalui mediasi Pakistan, Rabu, dikutip dari Al Arabiya.
“Itulah mengapa, Memorandum Kesepahaman Islamabad menjadi deklarasi kekalahan Amerika,” katanya, menambahkan bahwa keamanan di Timur Tengah harus dijamin oleh negara-negara di kawasan tersebut.
Ia berbicara dalam sebuah konferensi di Baku, ibu kota Azerbaijan, pada hari Rabu, yang disiarkan di televisi Iran.
“Kami melihat masa depan kawasan ini bukan dalam konfrontasi tetapi dalam interaksi, dan bukan dalam penghapusan tetapi dalam koeksistensi,” kata Ghalibaf.
Kepala negosiator Iran juga menegaskan kembali bahwa perdamaian di Lebanon adalah pilar fundamental untuk mencapai kesepakatan definitif dengan Washington.
“Bagi kami, gencatan senjata di Lebanon telah dan tetap sama pentingnya dengan gencatan senjata di Iran, dan berakhirnya perang di Lebanon sama pentingnya dengan berakhirnya perang di Iran," tegasnya.
Trump Ancam Serang Iran Lagi
Negosiasi dimulai dengan tegang pada Minggu (21/6/2026) di Swiss, ketika Iran tersinggung dengan ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang dan peringatannya bahwa Presiden Iran harus berhati-hati dengan ucapannya.
“Iran harus segera menghentikan para PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah,” kata Trump di media sosial.
“Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras lagi," jelasnya.
| Bertengkar soal Mahar, Ayah Pengantin Wanita Tewas Terkena Serangan Jantung di Hari Pernikahan |
|
|---|
| Dianggap Penghalang Asmara, Ibu Tega Bersekongkol dengan Kekasih Bunuh Anak Kandung |
|
|---|
| Pergoki Suaminya yang Sudah Lansia Keluar Hotel bersama Wanita Muda, Istri Mengamuk di Depan Umum |
|
|---|
| Ibunya Menghilang, Wanita Ini Kaget saat Terima Pesan Misterius dan Diminta Meninggalkan Suami |
|
|---|
| Suami Temukan Tes Kehamilan di Tong Sampah, Perselingkuhan Istri dengan Pria Lain Terungkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mohammad-Bagher-Ghalibaf-DIINCAR-PRESIDEN-TRUMP.jpg)