Berita Nasional
Imbas Rupiah Tertekan, Harga Obat Berpotensi Naik, Begini Penjelasan Menkes soal Komponen Biaya
Kementerian Kesehatan memperkirakan secara umum harga obat berpotensi mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen
TRIBUN-MEDAN.com - Kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga obat kembali menguat seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah fluktuasi kurs akan berdampak langsung pada harga obat di apotek maupun layanan kesehatan di rumah sakit.
Kementerian Kesehatan memperkirakan secara umum harga obat berpotensi mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen akibat tekanan nilai tukar.
Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa dampak tersebut tidak serta-merta dirasakan sebesar itu oleh masyarakat, karena struktur biaya obat tidak sepenuhnya bergantung pada dolar AS.
Ia menjelaskan bahwa industri kesehatan Indonesia saat ini tengah bergerak menuju kemandirian, termasuk dalam produksi vaksin dan obat-obatan penting yang sebelumnya masih bergantung pada impor.
Sejumlah komponen seperti IVIG dan albumin yang dahulu sepenuhnya diimpor kini mulai diproduksi di dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap kurs dolar.
Pertanyaan besar yang kini muncul di tengah masyarakat. Seberapa jauh dampaknya benar-benar terasa di apotek dan rumah sakit?
Sebagian Obat Masih Bergantung Impor, Tapi Tidak Seluruhnya
Budi menjelaskan, industri kesehatan Indonesia saat ini berada dalam fase transisi menuju kemandirian.
Sejumlah produk yang sebelumnya sepenuhnya impor kini mulai diproduksi di dalam negeri, mulai dari vaksin hingga alat kesehatan.
Ia mencontohkan perkembangan industri vaksin nasional.
"Ya saya kasih contoh tadi di sana kan, perusahaan vaksin tadi ada satu, biopharma sekarang udah ada tiga," kata Budi pada awak media saat dijumpai di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Senin (22/6/2026)
Perubahan juga terjadi pada obat-obatan tertentu yang sangat vital di rumah sakit.
"Intravenous Immunoglobulin (IVIG) albumin kalau saya lihat di rumah sakit-rumah sakit ini adalah obat-obatan yang banyak dibeli dan rupiahnya besar sekali. Ini 100 persen impor. Sekarang kita udah bikin pabriknya satu, 600 ribu liter ya, pabrik kedua akan datang juga itu 1 juta liter," ujarnya.
Produk seperti IVIG dan albumin selama ini dikenal sebagai obat mahal dan krusial untuk pasien dengan kondisi tertentu.
Alat Kesehatan Mulai Diproduksi di Dalam Negeri
Tak hanya obat, alat kesehatan (alkes) juga mulai banyak diproduksi di Indonesia.
| 50 Ribu Emak-emak Beraksi Hari Ini Dukung Program MBG di Jakarta, di Sumut Sempat Ditemui Gubernur |
|
|---|
| Jenguk Roy Suryo di RS Polri, Purn TNI Moeryono: Penangkapannya Persis Film G30/PKI |
|
|---|
| Dugaan Keterlibatan Nanik Deyang Korupsi MBG, Punya SPPG Tapi Ubah Nama Sampai 3 Kali |
|
|---|
| Sony Sonjaya Bongkar Keterlibatan Nanik S Deyang Korupsi MBG, 3 Kali Ganti Nama SPPG Tak Resmi |
|
|---|
| Akhirnya Kapolri Beri Penjelasan soal Penangkapan Roy Suryo dan Tifa, Segera Limpahkan ke Kejaksaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Menkes-RI-Budi-Gunadi-Sadikin-beri-keterangan-usai-memantau-kesiapan-RSUD-Komodo.jpg)