Berita Viral
SOSOK Putriani Tamba, Korban Perampokan Sadis Terluka di 27 Titik, Pelaku Perampokan Ditangkap
Akhirnya korban Putriani tak berdaya lagi dan menyerahkan kunci lemari besi tempat penyimpangan uang tersebut
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok Putriani Tamba, korban perampokan sadis terluka di 27 titik.
Pelaku perampokan ditangkap.
Putriana dirampok di kantor pembayaran Surat Pengantar Buah (SPB) PT Malika Putri Tunggal (MPT) Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan.
Baca juga: Pengantin Pria Syok Istrinya Ternyata Sudah Punya Suami dan Rekayasa Pernikahan demi Mencuri Uang
Saat perampokan tersebut, wanita 25 tahun itu mengalami penganiayaan brutal pada Rabu (17/6/2026) sore lalu.
Pelaku perampokan JA alias Jodi menghujani Putriana dengan tusukan menggunakan gunting dan obeng.
Putriana pun bersimbah darah di tubuhnya dan lantai ruangan kantor.
Baca juga: Anak 10 Tahun di Deli Serdang Viral Dibawa Kabur, Diduga Kena Hipnotis, Belum Ada Laporan ke Polisi
Ditambah dengan pitingan, tendangan, pijakan, cekikan, pukulan tangan serta dipukul menggunakan kipas angin.
Penyiksaan itu dirasakannya demi mempertahankan kunci brankas PT MPT yang hendak dirampas pelaku.
Akhirnya korban Putriani tak berdaya lagi dan menyerahkan kunci lemari besi tempat penyimpangan uang tersebut, sehingga pelaku mengambil uang tunai Rp 76 juta dan kabur meninggalkan korban yang sekarat.
Baca juga: KASUS Penyekapan Wanita Selama 3 Tahun di Bandung, Kondisi Korban Mengenaskan, Pelaku Berhasil Kabur
"Tadi kami menjenguk korban ke rumah sakit. Ia masih menjalani perawatan intensif. Jika melihat keadaannya, memang sangat memprihatinkan," beber Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi saat pers rilis di aula Teluk Meranti Mapolres Pelalawan, Jumat (19/6/2026).
Korban dirawat di Rumah Sakit (RS) Efarina Pangkalan Kerinci.
Seluruh luka disuruhnya telah diobati tim medis.
Sedangkan biaya pengobatan ditanggungjawabi sepenuhnya oleh pihak perusahaan PT MPT.
Menurut Kasat Bayu Ramadhan, Putria sudah mulai bisa berkomunikasi dan berbicara meskipun masih lemah.
Kondisinya masih drop, baik secara fisik maupun psikis, akibat tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang sadis itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PERAMPOKAN-SADIS-Perampokan-sadis-di-Kabupaten-Pelalawan-Riau-menyebabkan.jpg)